Cast : Kim Hyun Joong
Heo
Young Saeng
Kim
Kyu Jong
Park
Jung Min
Kim
Hyung Jun
Hwang
Ra Young (OC)
Kim
Eun Ah
Others : Choi Jong Hyuk (OC)
Mr. Black (OC)
Jung Seung Jun
Genre :
Action, Romance, Drama
Author :
RinPanda
[Kim Kyu Jong POV]
Aku menatap hampa gedung megah di hadapanku. Yah,,, Dream Kim Corporation Building yang merupakan perusahaan pusat keluargaku. Haahhhhh,,, sudah sangat lama aku tak lagi menginjakkan kakiku di istana kebanggaan ayahku. Dulu ayah selalu berkata suatu hari aku akan memimpin seluruh lalu lintas perusahaanku di usia muda dan sepertinya apa yang dia katakan itu terjadi.
“Presdir Muda Kim Kyu Jong!!” ucap ayahku dengan senyum penuh kebanggaan
setelah aku berhasil meraih gelar Master-ku. “Ingatlah, putraku! Perusahaan ini
seperti mata air di pegunungan. Bukan hanya bagi keluarga kita, namun juga bagi
ratusan ribu karyawan yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan ini. Jadi
kau harus mempertahankan kejayaan Dream Kim Corporation hingga titik darah
terakhir. Kau mengerti itu anakku??”
Aku hanya tersenyum hambar mengingat perkataan ayahku. Betapa perusahaan
ini adalah kebanggaan, harga diri serta kehormatannya. Kehormatan yang hingga
akhir hidup dia pertahankan meski harus menukarnya dengan nyawanya.
“Tuan Muda!!” suara Jung ahjusshi membuyarkan lamunanku yang beberapa
saat lalu melayang ke masa 5 tahun lalu. Aku mengalihkan pandanganku dan
mengangguk memberi tanda bahwa aku mengerti apa yang seharusnya kulakukan.
Dengan mantap bagaikan seorang raja kulangkahkan kakiku memasuki lantai pertama
istana megah ini.
“Annyeong haseyo, Presdir Kim!!” sapa beberapa orang dengan tuksedo hitam
rapi sembari membungkukkan badan yang kutahu merupakan orang-orang kepercayaan
ayahku.
“Annyeong haseyo, Ahjusshi!!” kuanggukkan kembali kepalaku singkat
membalas sapaan mereka padaku.
“Tuan Muda, mari saya tunjukkan ruangan Anda.” Tawarnya ramah. Aku
tersenyum kembali menjawab ajakannya.
Sungguh kini kupahami meski terlihat bahwa seorang Presdir hanya memberi
perintah saja, namun tanggung jawab yang besar terhadap perputaran roda bisnis
perusahaan sangatlah diperlukan. Aku menatap dan menghela napas panjang di depan sebuah pintu sebelum
akhirnya tanganku terulur memutar knop pintu itu. Kuedarkan bola mataku
memandangi setiap lekuk ruangan megah di balik pintu. Sebuah ruangan dengan
desain Eropa modern dengan wallpaper bunga berwarna cokelat yang menambah kesan
mewah. Inilah ruangan utama dari Dream Kim Corporation Building. Ruangan
PRESIDEN DIREKTUR, dan kini ruangan ini menjadi ruang kerjaku memimpin
perusahaan ini.
‘Presdir Muda Kim Kyu Jong’ gumamku tertegun membaca nametag di meja
kerjaku. Ada rasa kebanggaan tersendiri dapat meletakkan namaku di perusahaan
ini. Namun kesedihan besar menjerat hatiku mengingat bahwa dua minggu lalu nama
seseorang yang sangat aku hprmati seumur hidupku masih terpajang sebagai
Presiden Direktur.
“Jung ahjusshi,, apa dokumen yang aku minta kemarin sudah kau
persiapkan??” tanyaku pada kepala pelayanku dengan mengitari separuh badan meja
dan mulai duduk dengan mantap sebagai seorang Presdir Muda. “Berikan padaku,
aku ingin meneliti dokumen-dokumen itu.”
“Tentu, Tuan Muda!! Ini dokumen-dokumen yang Anda perintahkan pada saya
kemarin. Dokumen itu sudah saya susun dengan rapi agar Anda dapat mempelajari
dengan mudah.”
“Gashamnida, Ahjusshi!!” ucapku menerima dokumen penting itu. “Lalu
bagaimana dengan Park Jung Min?? Sudah kau ketahui di mana titik kelemahan pria
itu, Ahjusshi??”
“Sudah, Tuan!! Saya sudah mendapat laporan lengkap mengenai Park Jung Min
dari mata-mata kita. Menurut laporan yang saya terima, Park Jung Min selalu
pergi dengan banyak pengawal yang mengelilinginya, hanya pada satu waktu saja
dia pergi tanpa dikawal oleh satu orang pun.”
“Satu waktu?? Kapan itu, Ahjusshi??”
“Kapan waktu itu semua sudah saya tuliskan dalam dokumen itu, Tuan. Anda
dapat mempelajari dengan detail semua tentang Park Jung Min dalam dokumen itu.”
“Pengamatan yang sangat bagus, Ahjusshi! Akan aku rencanakan pelajari ini
sendiri, kau dapat tinggalkan ruangan ini. Aku akan memanggilmu lagi bila aku
selesai dengan dokumen ini”
*****
[Author POV]
Kim Hyung Jun baru saja menyelesaikan sarapan paginya, ketika seseorang
mengejutkannya dengan suara bising timah panas yang memekakan telinga. Dia harus
bersyukur karena rumahnya berada di tepi pantai di pinggiran kota Seoul yang
cukup jauh dari keramaian. Tempat yang tepat baginya tinggal bersama seseorang
yang tak lain adalah kakak kandungnya sendiri yang selalu membuat kegaduhan di
pagi hari dengan pistolnya itu. Tinggal jauh di keramaian, setidaknya dia tidak
harus berurusan dengan para tetangga yang akan memprotes kebisingan dari
kakaknya itu.
“Apa kau berlatih untuk mempersiapkan dirimu untuk melaksanakan tugasmu
itu, Hyung??” tanyanya datar menghampiri Kim Hyun Joong yang sama sekali tak
menyambut kedatangannya itu.
“Hari ini aku akan pergi. Mungkin aku takkan pulang sampai besok jadi kau
tetap di rumah dan jangan berkeliaran di jalan. Arraseo??” Hyun Joong
menurunkan tangannya dan menatap dingin adik lelakinya itu.
“Shirreo!!” tolak Hyung Jun mentah-mentah sambil menjulurkan lidahnya tak
sopan. “Kau saja tidak pernah mendengarkan permintaanku, buat apa aku harus
patuh padamu.”
“HYUNG JUN-AH!!” Hyun Joong meninggikan suara baritonnya mendengar penolakan
Hyung Jun. “Ini demi keselamatanmu, jadi untuk 2 hari ini kau tetap di rumah
dan jangan berkeliaran terutama pada malam hari.”
“WAEYO??” cibir Hyung Jun menggantungkan kedua tangan di pinggangnya.
“Siapa kau hingga aku harus mendengarkanmu? Shirreo!! Aku tidak mau!!!”
Kim Hyung Jun memutar kakinya dan meninggalkan Hyun Joong yang mendengus
kesal memiliki adik tak tahu sopan santun seperti dirinya. Dia sendiri
tersenyum mengejek tanpa menghiraukan lagi bagaimana ekspresi menyeramkan dari
wajah Hyun Joong. Pasti seperti singa yang kelaparan hahahha….
Inilah yang selalu terjadi setiap Hyun Joong mendapat misi baru untuk
membunuh seseorang, Hyung Jun akan selalu mendebatkan tentang misinya untuk
membunuh. Sebenarnya Hyung Jun tidak pernah menyetujui pekerjaan kakaknya
sebagai seorang pembunuh bayaran. Dia sangat tahu resiko menjadi seorang
pembunuh bayaran sangatlah berbahaya. Tapi apa yang dapat dia perbuat?? Kim
Hyun Joong tipe pria yang keras kepala dan tidak semudah membalikkan telapak
tangan menyuruhnya berhenti membunuh.
‘Kalau saja dulu Hyun Joong hyung tidak bertemu orang bernama Mr. Black
itu, pasti sampai saat ini Hyun Joong hyung tidak akan menjadi seorang pembunuh
bayaran.’ Keluhnya dalam hati.
Breemmmmmm
Breemmmmmm
Breemmmmmm
Terdengar deru mobil dari halaman dan membuat
Hyung Jun penasaran melongok siapa yang memanasi mobil dengan suara keras
begitu. Matanya menyipit dan warna wajahnya mengeruh begitu melihat kakaknya
Hyun Joong melesat pergi dengan mobil sportnya. ‘pasti sudah saatnya dia membunuh’
gumam Hyung Jun lagi.
*****
[Park Jung Min POV]
‘
Aaaahhhhhhh pagi yang sangat indah’ ucapku lirih
dan tersenyum lebar menyusuri setiap latar pemandangan indah di tepi jalan.
Cuaca yang sangat menyenangkan untuk menghabiskan waktumu dengan bersantai dan
berjalan-jalan setelah selama berminggu-minggu aku disibukkan dengan proposal
perencanaan tender dan proyek yang menyita tenaga. Terutama hahahahah...
saingan bisnis perusahaanku sudah tewas jadi akan lebih mudah untukku.
Aahhh sudah lama juga aku tak bertamu dengannya.
Hhmmm karena kesibukanku bahkan waktu untuk berjalan-jalan dengan kekasihku
menjadi berkurang. Ini sangat menyebalkan.
Kuparkirkan mobilku di tempat paling ujung di
sebuah mall agar orang lain tak mengenali kedatanganku. Aku memang sudah ada
janji dengan seseorang di mall ini. Bukan untuk urusan bisnis ataupun tender,
melainkan untuk urusan hati. Hahahhaha,, yah aku sudah berjanji untuk
menghabiskan satu hari ini bersama seorang gadis yang sangat aku cintai.
Aku berrjalan dengan santai sambil menatap
beberapa counter pakaian wanita yang terlihat berkelas dan memajang
produk-produk branded. Hhmm,, apa harus aku membeli sebuah gaun dari salah satu
counter tersebut?? Tapi untuk apa?? Kekasih sendiri bahkan seorang desainer terkenal
yang merupakan lulusan terbaik dari salah satu universitas di London, Inggis.
Tentu dia lebih tahu seperti apa gaun cocok ditubuhnya.
Kembali perhatikan beberapa toko yang kulalui di
sampingku, dan mataku tertuju pada sebuah toko yang sangat menarik. Toko
perhiasan yang mewah sangat membuatku tertarik untuk melangkahkan kakiku
melihat berbagai macam dan bentuk berlian mewah itu.
‘Ra Young pasti akan sangat menyukai ini.”
Gumamku sambil tersenyum senang ketika aku melihat satu set berlian. Aku segera
meminta pelayan toko untuk mengambil perhiasan itu dan kembali kuteliti tiap
lekuknya agar tak ada cacat sedikitpun yang akan menurunkan keindahannya dan
kupilih berlian inilah yang pantas untuk kekasihku, Hwang Ra Young.
Setelah selesai urusan pembayaran, aku kembali
melanjutkan langkahku. Ra Young menanti ku di sebuah restoran Eropa yang berada
dilantai 3. Aku tersenyum senang begitu mataku menemukan sesosok gadis berambut
sebahu dengan pakaian casual yang menambah cantik wajahnya. Dialah gadisku,
Hwang Ra Young. Ra Young tersenyum ceria sambil melambaikan tangannya ketika
dia menyadari kedatanganku dari jauh.
“Oppaaaa!!!” serunya ceria yang membuatku terkekeh
lucu melihat tingkahnya. Apakah dia tidak menyadari bahwa ini adalah tempat
umum?? Dan dia berseru dengan kerasnya?? Hahahaha Ra Youngku selalu seperti
itu, dapat berseru senang tanpa menyadari di mana dia berada.
*****
[Author POV]
Tanpa disadari oleh Park Jung Min, ada seseorang
yang sedari tadi mengikutinya dari jarak yang cukup jauh. Seseorang dengan
pakaian yang tidak mencolok dan lincah membuatnya tak mudah disadari
keberadaannya. Dengan teliti dia mengawasi setiap gerak-gerik Park Jung Min
hingga dia melihat bila orang yang dia awasi akan bertemu dengan seorang
wanita.
“Hwang Ra Young??” gumam orang itu terkejut saat
seorang wanita berseru keras memanggil Park Jung Min.
“Jadi dia yang bernama Park Jung Min??” Hyun
Joong mengawasi Jung Min yang berhenti di depan sebuah restoran Eropa. “Ini
saatnya.” Tambah Hyun Joong lagi. Tangannya dengan cepat menarik pistol yang
berada dalam saku bajunya dan memfokuskan ujung pistolnya ke arah Jung Min.
“Tuan Muda, apakah tidak lebih baik saya saja yang membunuh Park Jung Min?? Anda dapat menanti di mobil dan melihat mayat Jung Min tanpa harus mengotori tangan Anda, Tuan.” Ujar Seung Jun yang menemani Kyu Jong memata-matai Jung Min.
“Tidak perlu, Ahjusshi!! Biar aku sendiri yang
menyelesaikan semua ini. Dia telah membunuh ayahku, dan dengan tanganku sendiri
akan kubunuh dia.” Tolak Kyu Jong dan mengeluarkan pistolnya dari belakang
bajunya. Dia menarik pematik peluru dan mulai mencari titik fokus untuk
membunuh Jung Min.
“Matilah kau PARK JUNG MIN!!!!!” bisiknya kejam.
BAAANG~~~
BAAANG~~~
BAAANG~~~
Secara bersamaan Hyun Joong dan Kyu Jong menarik
pematik pistol dari arah yang berbeda. Seketika itu pula suasana restoran itu
menjadi ricuh dan gempar.
BUUGGH
Terdengar suara seseorang tersungkur jatuh. Orang
itu adalah Park Jung Min.
“Oppaaaaaaa!!!!!!!!” teriak Ra Young terkejut
melihat dada kiri kekasihnya mengeluarkan darah dan tersungkur di hadapannya.
“Oppaaaa!!! Oppaaaa!!! Oppaaaa!!!” teriak Ra
Young histeris.
“Ra,, Ra Young!! Pergilah!!” dengan terbata-bata
Jung Min berkata dan darah mulai bercucuran dengan deras dari luka di dadanya.
“Pergi,,, pergilah Ra Young.”
“Oppaaaaa!!! Oppaaaaaaa!!!!”
“Good Job!!” ucap Hyun Joong puas. Hyun Joong
langsung melangkah mundur dan menjauh dari tempatnya mengawasi Park Jung Min.
“AHH Sial!!” umpat Kyu Jong kesal mengetahui
bahwa peluru yang mengenai Park Jung Min bukanlah peluru dari pistol miliknya.
Dengan langkah pelan Kyu Jong mendekati Jung Min
dan tiba-tiba saja...
BEEEBBBBBPHHH
Dengan cepat dia membekap mulut Ra Young hingga
pingsan dan menyuruh pelayannya membawa Ra Young.
“Kita pergi dari sini!”
*****
TBC




Tidak ada komentar:
Posting Komentar