widgeo.net

Kamis, 04 September 2014

Destiny of life | part 2




Cast            :         Kim Hyun Joong
                             Heo Young Saeng
                             Kim Kyu Jong
                             Park Jung Min
                             Kim Hyung Jun
                             Hwang Ra Young (OC)
                             Kim Eun Ah
Others        :         Choi Jong Hyuk (OC)
Mr. Black (OC)
Jung Seung Jun
Genre         : Action, Romance, Drama
Author       : RinPanda


[Kim Kyu Jong POV]

Aku menatap hampa gedung megah di hadapanku. Yah,,, Dream Kim Corporation Building yang merupakan perusahaan pusat keluargaku. Haahhhhh,,, sudah sangat lama aku tak lagi menginjakkan kakiku di istana kebanggaan ayahku. Dulu ayah selalu berkata suatu hari aku akan memimpin seluruh lalu lintas perusahaanku di usia muda dan sepertinya apa yang dia katakan itu terjadi.

“Presdir Muda Kim Kyu Jong!!” ucap ayahku dengan senyum penuh kebanggaan setelah aku berhasil meraih gelar Master-ku. “Ingatlah, putraku! Perusahaan ini seperti mata air di pegunungan. Bukan hanya bagi keluarga kita, namun juga bagi ratusan ribu karyawan yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan ini. Jadi kau harus mempertahankan kejayaan Dream Kim Corporation hingga titik darah terakhir. Kau mengerti itu anakku??”

Aku hanya tersenyum hambar mengingat perkataan ayahku. Betapa perusahaan ini adalah kebanggaan, harga diri serta kehormatannya. Kehormatan yang hingga akhir hidup dia pertahankan meski harus menukarnya dengan nyawanya.

“Tuan Muda!!” suara Jung ahjusshi membuyarkan lamunanku yang beberapa saat lalu melayang ke masa 5 tahun lalu. Aku mengalihkan pandanganku dan mengangguk memberi tanda bahwa aku mengerti apa yang seharusnya kulakukan. Dengan mantap bagaikan seorang raja kulangkahkan kakiku memasuki lantai pertama istana megah ini.

“Annyeong haseyo, Presdir Kim!!” sapa beberapa orang dengan tuksedo hitam rapi sembari membungkukkan badan yang kutahu merupakan orang-orang kepercayaan ayahku.

“Annyeong haseyo, Ahjusshi!!” kuanggukkan kembali kepalaku singkat membalas sapaan mereka padaku.

“Tuan Muda, mari saya tunjukkan ruangan Anda.” Tawarnya ramah. Aku tersenyum kembali menjawab ajakannya.

Sungguh kini kupahami meski terlihat bahwa seorang Presdir hanya memberi perintah saja, namun tanggung jawab yang besar terhadap perputaran roda bisnis perusahaan sangatlah diperlukan. Aku menatap dan menghela napas panjang di depan sebuah pintu sebelum akhirnya tanganku terulur memutar knop pintu itu. Kuedarkan bola mataku memandangi setiap lekuk ruangan megah di balik pintu. Sebuah ruangan dengan desain Eropa modern dengan wallpaper bunga berwarna cokelat yang menambah kesan mewah. Inilah ruangan utama dari Dream Kim Corporation Building. Ruangan PRESIDEN DIREKTUR, dan kini ruangan ini menjadi ruang kerjaku memimpin perusahaan ini.

‘Presdir Muda Kim Kyu Jong’ gumamku tertegun membaca nametag di meja kerjaku. Ada rasa kebanggaan tersendiri dapat meletakkan namaku di perusahaan ini. Namun kesedihan besar menjerat hatiku mengingat bahwa dua minggu lalu nama seseorang yang sangat aku hprmati seumur hidupku masih terpajang sebagai Presiden Direktur.

“Jung ahjusshi,, apa dokumen yang aku minta kemarin sudah kau persiapkan??” tanyaku pada kepala pelayanku dengan mengitari separuh badan meja dan mulai duduk dengan mantap sebagai seorang Presdir Muda. “Berikan padaku, aku ingin meneliti dokumen-dokumen itu.”

“Tentu, Tuan Muda!! Ini dokumen-dokumen yang Anda perintahkan pada saya kemarin. Dokumen itu sudah saya susun dengan rapi agar Anda dapat mempelajari dengan mudah.”

“Gashamnida, Ahjusshi!!” ucapku menerima dokumen penting itu. “Lalu bagaimana dengan Park Jung Min?? Sudah kau ketahui di mana titik kelemahan pria itu, Ahjusshi??”

“Sudah, Tuan!! Saya sudah mendapat laporan lengkap mengenai Park Jung Min dari mata-mata kita. Menurut laporan yang saya terima, Park Jung Min selalu pergi dengan banyak pengawal yang mengelilinginya, hanya pada satu waktu saja dia pergi tanpa dikawal oleh satu orang pun.”

“Satu waktu?? Kapan itu, Ahjusshi??”

“Kapan waktu itu semua sudah saya tuliskan dalam dokumen itu, Tuan. Anda dapat mempelajari dengan detail semua tentang Park Jung Min dalam dokumen itu.”

“Pengamatan yang sangat bagus, Ahjusshi! Akan aku rencanakan pelajari ini sendiri, kau dapat tinggalkan ruangan ini. Aku akan memanggilmu lagi bila aku selesai dengan dokumen ini”
*****

[Author POV]

Kim Hyung Jun baru saja menyelesaikan sarapan paginya, ketika seseorang mengejutkannya dengan suara bising timah panas yang memekakan telinga. Dia harus bersyukur karena rumahnya berada di tepi pantai di pinggiran kota Seoul yang cukup jauh dari keramaian. Tempat yang tepat baginya tinggal bersama seseorang yang tak lain adalah kakak kandungnya sendiri yang selalu membuat kegaduhan di pagi hari dengan pistolnya itu. Tinggal jauh di keramaian, setidaknya dia tidak harus berurusan dengan para tetangga yang akan memprotes kebisingan dari kakaknya itu.

“Apa kau berlatih untuk mempersiapkan dirimu untuk melaksanakan tugasmu itu, Hyung??” tanyanya datar menghampiri Kim Hyun Joong yang sama sekali tak menyambut kedatangannya itu.

“Hari ini aku akan pergi. Mungkin aku takkan pulang sampai besok jadi kau tetap di rumah dan jangan berkeliaran di jalan. Arraseo??” Hyun Joong menurunkan tangannya dan menatap dingin adik lelakinya itu.

“Shirreo!!” tolak Hyung Jun mentah-mentah sambil menjulurkan lidahnya tak sopan. “Kau saja tidak pernah mendengarkan permintaanku, buat apa aku harus patuh padamu.”

“HYUNG JUN-AH!!” Hyun Joong meninggikan suara baritonnya mendengar penolakan Hyung Jun. “Ini demi keselamatanmu, jadi untuk 2 hari ini kau tetap di rumah dan jangan berkeliaran terutama pada malam hari.”

“WAEYO??” cibir Hyung Jun menggantungkan kedua tangan di pinggangnya. “Siapa kau hingga aku harus mendengarkanmu? Shirreo!! Aku tidak mau!!!”
Kim Hyung Jun memutar kakinya dan meninggalkan Hyun Joong yang mendengus kesal memiliki adik tak tahu sopan santun seperti dirinya. Dia sendiri tersenyum mengejek tanpa menghiraukan lagi bagaimana ekspresi menyeramkan dari wajah Hyun Joong. Pasti seperti singa yang kelaparan hahahha….

Inilah yang selalu terjadi setiap Hyun Joong mendapat misi baru untuk membunuh seseorang, Hyung Jun akan selalu mendebatkan tentang misinya untuk membunuh. Sebenarnya Hyung Jun tidak pernah menyetujui pekerjaan kakaknya sebagai seorang pembunuh bayaran. Dia sangat tahu resiko menjadi seorang pembunuh bayaran sangatlah berbahaya. Tapi apa yang dapat dia perbuat?? Kim Hyun Joong tipe pria yang keras kepala dan tidak semudah membalikkan telapak tangan menyuruhnya berhenti membunuh.

‘Kalau saja dulu Hyun Joong hyung tidak bertemu orang bernama Mr. Black itu, pasti sampai saat ini Hyun Joong hyung tidak akan menjadi seorang pembunuh bayaran.’ Keluhnya dalam hati.

Breemmmmmm
Breemmmmmm
Breemmmmmm

Terdengar deru mobil dari halaman dan membuat Hyung Jun penasaran melongok siapa yang memanasi mobil dengan suara keras begitu. Matanya menyipit dan warna wajahnya mengeruh begitu melihat kakaknya Hyun Joong melesat pergi dengan mobil sportnya. ‘pasti sudah saatnya dia membunuh’ gumam Hyung Jun lagi.
*****



[Park Jung Min POV]
Aaaahhhhhhh pagi yang sangat indah’ ucapku lirih dan tersenyum lebar menyusuri setiap latar pemandangan indah di tepi jalan. Cuaca yang sangat menyenangkan untuk menghabiskan waktumu dengan bersantai dan berjalan-jalan setelah selama berminggu-minggu aku disibukkan dengan proposal perencanaan tender dan proyek yang menyita tenaga. Terutama hahahahah... saingan bisnis perusahaanku sudah tewas jadi akan lebih mudah untukku.

Aahhh sudah lama juga aku tak bertamu dengannya. Hhmmm karena kesibukanku bahkan waktu untuk berjalan-jalan dengan kekasihku menjadi berkurang. Ini sangat menyebalkan.

Kuparkirkan mobilku di tempat paling ujung di sebuah mall agar orang lain tak mengenali kedatanganku. Aku memang sudah ada janji dengan seseorang di mall ini. Bukan untuk urusan bisnis ataupun tender, melainkan untuk urusan hati. Hahahhaha,, yah aku sudah berjanji untuk menghabiskan satu hari ini bersama seorang gadis yang sangat aku cintai.

Aku berrjalan dengan santai sambil menatap beberapa counter pakaian wanita yang terlihat berkelas dan memajang produk-produk branded. Hhmm,, apa harus aku membeli sebuah gaun dari salah satu counter tersebut?? Tapi untuk apa?? Kekasih sendiri bahkan seorang desainer terkenal yang merupakan lulusan terbaik dari salah satu universitas di London, Inggis. Tentu dia lebih tahu seperti apa gaun cocok ditubuhnya.

Kembali perhatikan beberapa toko yang kulalui di sampingku, dan mataku tertuju pada sebuah toko yang sangat menarik. Toko perhiasan yang mewah sangat membuatku tertarik untuk melangkahkan kakiku melihat berbagai macam dan bentuk berlian mewah itu.

‘Ra Young pasti akan sangat menyukai ini.” Gumamku sambil tersenyum senang ketika aku melihat satu set berlian. Aku segera meminta pelayan toko untuk mengambil perhiasan itu dan kembali kuteliti tiap lekuknya agar tak ada cacat sedikitpun yang akan menurunkan keindahannya dan kupilih berlian inilah yang pantas untuk kekasihku, Hwang Ra Young.


Setelah selesai urusan pembayaran, aku kembali melanjutkan langkahku. Ra Young menanti ku di sebuah restoran Eropa yang berada dilantai 3. Aku tersenyum senang begitu mataku menemukan sesosok gadis berambut sebahu dengan pakaian casual yang menambah cantik wajahnya. Dialah gadisku, Hwang Ra Young. Ra Young tersenyum ceria sambil melambaikan tangannya ketika dia menyadari kedatanganku dari jauh.
“Oppaaaa!!!” serunya ceria yang membuatku terkekeh lucu melihat tingkahnya. Apakah dia tidak menyadari bahwa ini adalah tempat umum?? Dan dia berseru dengan kerasnya?? Hahahaha Ra Youngku selalu seperti itu, dapat berseru senang tanpa menyadari di mana dia berada.
*****

[Author POV]

Tanpa disadari oleh Park Jung Min, ada seseorang yang sedari tadi mengikutinya dari jarak yang cukup jauh. Seseorang dengan pakaian yang tidak mencolok dan lincah membuatnya tak mudah disadari keberadaannya. Dengan teliti dia mengawasi setiap gerak-gerik Park Jung Min hingga dia melihat bila orang yang dia awasi akan bertemu dengan seorang wanita.

“Hwang Ra Young??” gumam orang itu terkejut saat seorang wanita berseru keras memanggil Park Jung Min.

“Jadi dia yang bernama Park Jung Min??” Hyun Joong mengawasi Jung Min yang berhenti di depan sebuah restoran Eropa. “Ini saatnya.” Tambah Hyun Joong lagi. Tangannya dengan cepat menarik pistol yang berada dalam saku bajunya dan memfokuskan ujung pistolnya ke arah Jung Min.

“Tuan Muda, apakah tidak lebih baik saya saja yang membunuh Park Jung Min?? Anda dapat menanti di mobil dan melihat mayat Jung Min tanpa harus mengotori tangan Anda, Tuan.” Ujar Seung Jun yang menemani Kyu Jong memata-matai Jung Min.

“Tidak perlu, Ahjusshi!! Biar aku sendiri yang menyelesaikan semua ini. Dia telah membunuh ayahku, dan dengan tanganku sendiri akan kubunuh dia.” Tolak Kyu Jong dan mengeluarkan pistolnya dari belakang bajunya. Dia menarik pematik peluru dan mulai mencari titik fokus untuk membunuh Jung Min.

“Matilah kau PARK JUNG MIN!!!!!” bisiknya kejam.

BAAANG~~~
BAAANG~~~
BAAANG~~~

Secara bersamaan Hyun Joong dan Kyu Jong menarik pematik pistol dari arah yang berbeda. Seketika itu pula suasana restoran itu menjadi ricuh dan gempar.

BUUGGH

Terdengar suara seseorang tersungkur jatuh. Orang itu adalah Park Jung Min.

“Oppaaaaaaa!!!!!!!!” teriak Ra Young terkejut melihat dada kiri kekasihnya mengeluarkan darah dan tersungkur di hadapannya.

“Oppaaaa!!! Oppaaaa!!! Oppaaaa!!!” teriak Ra Young histeris.

“Ra,, Ra Young!! Pergilah!!” dengan terbata-bata Jung Min berkata dan darah mulai bercucuran dengan deras dari luka di dadanya. “Pergi,,, pergilah Ra Young.”

“Oppaaaaa!!! Oppaaaaaaa!!!!”

“Good Job!!” ucap Hyun Joong puas. Hyun Joong langsung melangkah mundur dan menjauh dari tempatnya mengawasi Park Jung Min.

“AHH Sial!!” umpat Kyu Jong kesal mengetahui bahwa peluru yang mengenai Park Jung Min bukanlah peluru dari pistol miliknya.

Dengan langkah pelan Kyu Jong mendekati Jung Min dan tiba-tiba saja...

BEEEBBBBBPHHH

Dengan cepat dia membekap mulut Ra Young hingga pingsan dan menyuruh pelayannya membawa Ra Young.

“Kita pergi dari sini!”
*****

TBC

Tidak ada komentar: