The Moon Light
Author : Nabila
Khairunnisa a.k.a Fina Khazz
Cast :Kim Hyun Joong
Heo
Young Saeng
Kim Kyu Jong
Park Jung Min
Kim Hyung Jun
Jung Hyun Ki
Genre : Fantasy,
Thriller, Romance, Drama, Friendship
Warning Cerita ini hanyalah milik author.
NO Plagiator
Prolog
“Tuuuutttt...”
suara Sambungan telepon yang sedang menunggu diangkat.
“Oh,
Ayolah” pemudi itu terlihat sangat panik. Ia mencoba kembali panggilannya dan
berharap seseorang disana mangangkat telponnya.
“Yeobosseo?”
“.....”
“Bisakah
kau pulang sekarang?”
“.....”
“Ini
hal yang penting, jadi pulanglah segera”
“.....”
“Dia
Kejang kejang lagi, bagaimana ini?”
“.....”
“Oke,
ku tunggu, cepatlah!”
Pemudi itu mondar-mandir
keluar-masuk ke sebuah kamar. Ia sungguh terlihat panik. Tak lama seorang
pemuda datang dengan tergesah-gesah menelusuri semua pintu ke pintu di dalam
rumahnya itu hingga ia mendapati seorang pemudi yang sedang menangis melihat
keadaan seorang gadis cilik yang terbaring lemah dihadapannya. Tanpa basa basi
pemuda itu langsung mengangkat tubuh mungil gadis cilik tersebut ke dalam mobil
dan membawanya ke rumah sakit.
Beberapa perawat membawakan
obat-obatan dan beberapa alat suntik ke sebuah ruangan. Terlihat juga kedua
pemuda-pemudi tadi yang sedang duduk menunggu di depan ruangan itu berjam-jam
tanpa berbicara sedikit pun diantara keduanya.
“Greekk....” Suara pintu ruangan itu
pun terbuka perlahan. Terlihat seorang Dokter yang muncul dari balik pintu
dengan raut paut yang begitu menyerah.
“Bagaimana
keadaannya dok?”pemuda itu spontan langsung berdiri.
“Hmmmm...”
Dokter itu menghela napas panjang.
“Maaf
SeoJun-ssi, kami telah berusaha sekeras mungkin. Tapi tetap saja kami tidak
menemukan penyakit yang diderita anak anda”
“Lalu
bagaimana ini? Kenapa ia bisa seperti tadi?”
“hmmm..
Ia hanya mempunyai tekanan darah yang rendah, dan denyut jantungnya sangat
lemah. Kami sudah menyuntik beberapa obat kedalam tubuhnya”
“Lalu
kami harus apa dok?”
“Tapi
menurut sayaaa.. hmmm.. ini hanya kemungkinan saya saja ya?!” ke2 pemuda-pemudi
itu hanya mengangguk.
“Ia
seperti itu kemungkinan dikarenakan gangguan, karena saya melihat matanya yang
melotot terus menerus lalu ia sangat terkejut dan karena tekanan darahnya yg
lemah ia pun mengalami kejang kejang hingga suhu badannya panas seperti itu”
“Gangguan?”
“Nde,
Gangguan dari makhluk halus” kata dokter yang membuat bulu kuduk merinding.
-o-
Gadis cilik berambut pirang itu
berjalan ke arah seorang kakek dengan tampang bosan. Sangat bosan.
“Kakek,
Kapan aku memiliki teman? Aku bosan!” cetus bocah cilik berambut pirang itu
yang mengganggu kakeknya yang sedang menyalakan lilin kecil.
“Teman?
Oh.. jadi kau merasa bosan?” tanya kakek tersebut yang mendapat respon anggukan
kepala dari bocah itu.
“hohoho...
aku bisa menjadi temanmu”
“Aniya,
kau terlalu tua untuk diajak bermain. Aku inginteman yang sepantaranku!” rengek
gadis itu sambil menarik baju kakeknya.
“Oke,
tenanglah. Aku akan mencarinya untukmu”
“Geurae???”
mata gadis itu berbinar sementara sang kakek hanya mengangguk dan sedikit
berpikir.
‘teman
ya?’ batin kakek itu. Sang kakek itu pun memegang pundak gadis itu dan
berjongkok di depannya. Ia melepaskan sedikit senyumannya.
“Kurasa
aku akan menemukannya sebentar lagi” kekek itu terlihat sangat yakin.
“Geurae??
.. whoaahh... !!” gadis itu terlihat gembira.
“Kakek,
kapan kita jalan-jalan lagi? Kapan kita pergi dari hutan ini?” kakek itu hanya
memberikan sedikit senyumannya.
“ini
adalah tempatmu. Dan disinilah kau berada, jadi nikmatilah apa yang ada
sekarang, okey?!”
“Tapi
keekk...” gadis itu tambah merengek
“Sssstt..
diamlah . kembalilah ke aktivitasmu. Kau ini anak yang pintar!!” kakekmengelus
pelan kapala gadis manis itu.
-o-
4
hari telah berlalu
Pemuda
& pemudi yang ternyata Appa dan Eomma dari anaknya itu terlihat sedang
merundingkan suatu hal
“Bagaimana
ini?” pemuda itu sedang berpikir keras
“kurasa
kita harus membawanyake paranormal” pemuda itu mulai angkat bicara.
“Apa
kau bilang? Kau ini sudah gila?!!!!” pekik pemudi itu.
“Tapi hanya itu yang bisa kita
lakukan. Apa kau mau melihat anakmu sendiri terus menerus seperti itu?” bentak
pemuda itu. Dan tak lama terlihat benih air mata keluar dari sudut mata pemudi
yang notabenenya seorang ibu bagi gadis cilik lemah tak berdaya yang berada di
kamar sebelah.
“Okey,
kita akan menemui paranormal segera!” kata pemudi itu dengan percaya diri.
“Tok..
Tokk.. Tok..” tak lama setelah itu terdengar suara ketukan pintu yang tak
begitu keras. Pemudi itu pun langsung membukakan pintu
“Maaf
mengganggu anda. Kurasa anda sedang membutuhkan bantuan saya” terlihat seorang
pria paruh baya dari balik pintu yang ia buka.
“Hah?!”pemudi
itu terlihat sangat bingung. Pemudi itu menatap heran kepaa kakek tua itu.
Bagaimana tidak?! Kakek itu memakai baju tradisional korea (hanbok)
“Maaf
tuan, anda ini siapa?” tanya pemudi itu.
“Datanglah ke kuil yang berada di
lereng gunung saat bulan purnama. Aku akan mengobati anakmu” pemudi itu
dibuatnya kebingungan dan bertanya-tanya. Ia menoleh ke arah suaminya yang
berada dibelakangnya dan kembali menoleh kearah kakek tadi.
“loh?!” pemudi kaget saat ia melihat
bahwa kakek itu sudah menghilang padahal baru saja ia meninggalkan pandangan
dari kakek itu beberapa detik saja. Ia memegang tekuk lehernya, merasakan di
nalarnya ada yang aneh.
“Ada
apa?” tanya suaminya
“ah?
Gwenchanayo. Kurasa aku sudah mulai gila” kata pemudi itu lalu menutup
pintunya.
Dua hari telah berlalu pergi. Kini,
tepat saatnya bulan purnama memancarkan sinarnya ke permukaan bumi. Jung SeoJun
dan istrinya sedang dalam perjalanan menuju ke kuil yang berada di lereng
gunung dan membawa buah hatinya yang lemah tak sadarkan diri itu.
“Kau
yakin ini jalannya? Disini gelap sekali”
“Diamlah,
kau mau ku turunkan di tengah hutan ini karena kau banyak omong?!”
“Mianhae,
hey lihat itu! Ada sebuah bangunan disitu!” pemudi itu menunjuk ke arah sebuah
bangunan tua. Sangat tua dan gelap, dengan pintu gerbang yang sangat tinggi.
Pemuda
dan pemudi itu turun dari mobil dan mengetuk pintu gerbangnya. Dan tak lama
setelah itu pintunya terbuka sedikit.
“Chagiya,
Pintunya terbuka sendiri, aku takut” bisik pemudi itu
“Pintu
itu bukan terbuka sendiri, lihat itu” Pemuda itu menunjuk ke seorang gadis
cilik berambut pirang berpakaian hanbok dihadapannya.
“Adik
kecil, adakah kakek mu disini?” tanya pemuda itu
“kata
kakek masuk saja” gadis itu langsung berlari masuk ke dalam bangunan kuil
disana
Seo
Jun dan istrinya pun memasukan mobilnya kedalam area kuil. Tiba tiba tanpa
suara apa pun pintu
gerbangnya tertutup.
“Hohoho....
akhirnya kalian datang juga, cepat bawa anakmu dan ikuti aku” kakek itu tiba
tiba muncul. Dan segera mematuhi perintah kakek itu. Kakek itu pergi ke sebuah
tempat yang berada di belakang kuil. Disana, ditepi jurang gadis yang lemah itu
digeletakkan diatas meja.
“Kakek,
dia kenapa? Kenapa dia lemah seperti itu?” tanya gadis manis itu.
“Sudahlah
kamu diam, kamu bawa orang orang ini kedalam dan tinggalkan kakek disini” kakek
itu mengelus kepalanya dengan lembut. Gadis itu pun masuk dan diikuti oleh
pemuda & pemudi tersebut.
Ketiga
orang itu pun memasuki bangunan kuil itu. Gadis cilik itu sedang bermain dengan
beberapa potongan-potongan kayu bersama istri SeoJun yang sedaritadi
melihatnya. Dan Seojun sedang membaca koranyang tergeletak di atas sofa tua.
“Namamu
siapa manis?” tanya pemudi yang melihat gadis berambut pirang itu.
“Joneun
Demia Kim imnida” Pemudi itu tersenyum
“kau
akan apakan ini semua?” tanya istrinya Seojun itu dengan penuh senyuman.
“Aku
akan membentuknya. Apa kau tidak tahu permainan ini?” gadis itu menatap sinis istri
SeoJun itu.
“Apa
di kota tidak ada permainan seperti ini? Shin.. hye.. na..ssi?” tanya gadis
berambut pirang itu seperti mengeja bacaan. Istri SeoJun yang bernama asli Shin
Hye Na itu dibuat terkejut olehnya
“Darimana
kau tahu namaku?”
“Itu
tertulis jelas diatas kepalamu”
“Ah?
Benar kah?” ia menatap ke atas kepalanya. “Bagaimana dengan pria yang sedang
duduk disana?”
“Bukannya
dia suami mu?”
“iya
kau benar, maksudku siapa nama dia?”
“Bukankah
kau sudah mengenalnya terlebih dahulu?” Hyena memutar kedua matanya
“Hmmm...
okey kau benar. Lalu, ada tulisan apa saja yang berada diatas kepalaku?”
“Namamu,
angka 29 dan tulisan 13 bulan”
“13
bulan? Maksudnya?” Gadis itu pun menaikkan pundaknya. Lalu Gadis itu malah
berjalan dan melihat ke
luar jendela. Hanya gelap dan beberapa dedaunan pohon
yang terlihat
“Aawwuuuuuuuuuu~~”
beberapa kali gonggongan serigala itu terdengar sangat jelas ditelinga, membuat
siapa pun disana merinding. Sungguh menakutkan.
“Ada
apa?” tanya Hyena yang menghampiri Demia. Gadis itu hanya menggelengkan
kepalanya, matanya seperti terhipnotis kepada sesuatu. Lebih tepatnya gadis itu
seperti tercengang melihat sesuatu.
“Apa
kau melihat sebuah cahaya yang sangat terang?” tanya Gadis itu. Hyena pun hanya
menggelengkan kepalanya.
“Cahaya
itu turun dari langit dan disana ada makhluk yang turun dari cahaya itu..hmm ah
ani, Apa kau ingin tidur Hyena Ahjumma?” tanya nya yg mengalihkan pembicaraan
“Aniya,
aku masih menunggu nae aegya”
“Boleh
kah suatu saat nanti aku bermain dengannya?” Hyena hanya mengangguk cepat.
“Apakah
kalian masih menunggu kami?” suara kakek itu tiba tiba terdengar.
“Bagaimana
dengan uri aegya?” tanya SeoJun yang bersamaan dengan istrinya. Tak lama pun
keluarlah gadis mungil yang lucu imut dan cantik dengan menggunakan gaun putih.
Mereka pun langsung berpelukan.
“Kakek,
aku mau berteman dengannya. Bolehkah aku berkenalan dengannya?” tanya Demia
yang berada di depan kakeknya. Dia langsung menghampiri gadis sepantarannya
itu.
“Annyeong!
Joneun Demia Kim imnida”
“Joneun
Jung HyunKi imnida” Bocah cantik itu menjabat tangan Demia dan tersenyum.
“Kalian
semua harus tidur, ini sudah malam, sudah lewat dari tengah malam” kata kakek
itu.
.
Keesokkannya
.
“Ting..”
dentingan yang dihasilkan hasilkan dari piring di ruang makan.
“Apakah
kalian langsung akan pulang ke kota?” tanya Demia dengan lemas
“Nde,
Apa kau mau ikut denganku?”
“Ani
HyunKi-ah! Aku harus menjaga kakek disini” mereka pun tertawa mendengarnya
“Yak!
Memangnya kau bisa apa?” ledek pemuda berusia 32 tahun yang bernama SeoJun itu.
“Ah,
aku bisa melakukan ini!” Demia pun seperti terhipnotis dengan sebuah apel,
seperti menyuruh apel itu untuk merubah bentuknya. Tak lama terlihat apel itu
melayang sedikit demi sedikit.
“Hey,
lihat itu!! Aku tidak gila kan??!! Chagi, apa kau melihatnya??” Hyena hanya
tercengang melihatnya.
“Hohohoo...
Demia kan sudah kakek bilang jangan gunakan kekuatanmu dihadapan orang orang”
omelan kakeknya dan demia mengangguk pelan
Sarapan
Pagi pun sudah selesai. Jung family pun bersiap siap untuk melakukan perjalanan
pulang. Demia juga sedang bermain dengan HyunKi.
“SeoJun-ssi,
kemarilah ada yang ingin ku omongin” kata kakek itu. Mereka berbicara seraya
melewati lorong kuil.
“Seojun-ssi
kau akan melewati masa masa yang sulit, dimana putrimu akan mengalami hal yang mengejutkan.
Tapi itu akan terjadi saat putrimu berusia 18 tahun”
“Geurae?”
kakek itu hanya mengangguk.
“Dan
satu hal lagi! Kau harus benar benar menjaganya, kumohon!”
“Itu
pasti lah harabeoji!”
“Oh
Aniya, Ia akan dicari cari oleh beberapa makhluk yang menyamar. Makhluk itu
akan membunuhnya dan memakai kekuatan bulan untuk mengusai bumi ini”
“Hahaha...
Harabeoji, kau ini sudah cukup tua tapi imajinasi mu masih seperti anak tk ya?”
SeoJun malah tertawa meremehkan.
“Terserah
kau, mau percaya atau tidak” kakek itu memutarkan ke2 matanya
“Kakek,
Aku akan kangen sekali sama kakek” HyunKi berlari kepelukan si kakek.
“Kakek,
Kamsahamnida telah menyembuhkan uri aegya. Kami sangat berterimkasih” Hyena dan
Seojun pun menunduk hormat kepada sang kakek yang tengah menggendong HyunKi.
“Kakek,
nanti aku akan mengajak Eomma dan Appa untuk pergi kemari lagi dan bermain
bersama Demia.” HyunKi mencium pipi kakek.
Mereka
melambai tangan tanda kepergian.
-o-
“Baginda,
sepertinya pencarian kita menengenai cahaya bulan sudah terpecah kan”
“Hm?
Geuraeyo? baguslah”
“Jadi
kapan lagi kita akan pergi ke bumi untuk mencarinya, ku dengar kemarin ada
gadis cilik titisan dari sang dewi Bulan”
“Mwo? Jadi bulan yang akan
dihancurkan itu sudah mempunyai titisan? Bodoh! Percuma saja kau menghancurkan
sinar bulan dan rembulannya jika masih ada manusia dari titisan dewi bulan!!!
Walaupun kau menghancurkannya rembulan akan bisa memancar setengah sinarnya!!!
Dasar Bodoh!! Kalian Sangat bodoh!! kalau masih ada cahaya rembulan kita tidak bisa
menaklukan manusia dimalam hari!!!”
“Appa,
ada apa ini?” sang pangeran tampan itu pun datang
“Ah,
Gwenchanayo. Sepertinya rencana kita menaklukan manusia diundur lagi”
“Appa,
kan sudah ku bilang. Tidak usahlah kita menguasai bumi. Tidak ada gunanya!!”
“Diam
kamu! Appa sangat menyanyangimu tapi kenapa kamu selalu tidak setuju dengan
rencana Appa?”
“Appa
itu memang iblis sejati ya?!” cetusnya dengan nada kesal. sang pangeran pun
keluar dari ruangan itu.
To be Continue
>>Preview Part1<<
“Aku mempunyai jam tangan dan
stopwatch yang bisa merubah waktu, aku bisa menghentikan waktu dengan semauku.
Aku bisa kembali ke masa lalu tetapi aku tidak bisa pergi ke masa depan,
kenapa?”

