Jumat, 11 April 2014
Kim Kyu Jong Memikirkan Untuk ‘Berhenti’ Ketika Banyak Orang Membuatnya Terluka
Hati
yang terluka hanya dapat disembuhkan melalui orang juga. Datang kembali ke
dunia musik setelah 1 tahun 7 bulan, SS501 Kim Kyu Jong, pernah memikirkan
untuk berhenti dari dunia musik karena terluka oleh orang-orang. Dia juga
mempertimbangkan dengan serius untuk kembali ke kota kelahirannya dan hidup
hanya dengan mendengarkan musik favoritnya saja.
Alasannya
yang sempat memikirkan kata ‘berhenti’, dikarenakan luka-luka yang ia terima
dari orang lain. Terutama karena karakternya yang gampang percaya kepada orang
dan pemalu terhadap orang asing. Kim Kyu Jong sangat terpukul. Pikiran seperti,
“Apakah karakter saya seperti itu tidak cocok untuk menjadi seorang
penyanyi”? pernah terpikirkan olehnya.
“Saya
berhenti melakukan yang awalnya telah saya lakukan. Karena saya menerima banyak
luka dari orang-orang. Saya bahkan berpikir, ‘Apakah karakter saya tidak
cocok?’ (menghela
napas) ~ Saya berpikir untuk pergi tanpa memberitahukan siapa-siapa,
dan berpikir untuk hidup nyaman”.
Hal
ini bukanlah suatu gurauan Kim Kyu Jong, ia benar-benar bermaksud untuk pergi.
Tetapi ia telah melalui perjalanan yang sangat panjang dan sekali lagi kembali
ke atas panggung. Kim Kyu Jong merilis mini album solo “Turn Me On” pada
tanggal 27 September. Lalu, apa yang membuat Kyu Jong untuk kembali bernyanyi
lagi?
“Karena
orang juga. Saya menyadari bahwa masih banyak orang yang menghargai saya
seperti sebelumnya. Semua berkat orang-orang tersebut, saya bertekad untuk
bekerja dengan keras. Di masa lalu ketika saya memiliki banyak pekerjaan, saya
akan menggerutu, tetapi sekarang saya akan menikmatinya (tersenyum)”.
Kim Kyu Jong, kita tidak pernah melihatnya untuk waktu
yang cukup lama, sekarang ia terlihat lebih cerah dari sebelumnya. Meskipun
kesulitannya saat ini belum berkurang sepenuhnya, namun berkat kedekatan yang berhagra
dengan agensi dan stafnya saat ini, ia mampu mengumpulkan kembali kekuatannya
untuk kembali berdiri lagi. SS501 Heo Young Saeng, yang berada dengannya di B2M
Entertainment, menjadi kekuatan terbesarnya
“Berpikir untuk berdiri di atas panggung lagi setelah begitu
lama, saya merasa senang dan gembira. Tentu saja, meskipun masih ada banyak hal
yang tidak saya ketahui, tetapi tidak akan mengubahnya ketika saya bertekad
untuk melakukannya. Saeng-hyung mengatakan saya cocok bernyanyi dan terus
mendukung saya. Ini menjadi kekuatan terbesar bagi saya”.
Kim Kyu Jong tidak menuntut terlalu banyak untuk album solo
pertamanya ini. Dia hanya berharap untuk dapat berjalan dengan tenang ke arah
fansnya meskipun terkena ‘basah karena hujan yang deras’ (bahasa kiasan yang
menunjukkan ‘rintangan’).
“Saya sangat menyukai musik penyanyi Amerika Tommy Page.
Meskipun bukan jenis musik yang sangat luar biasa, Anda dapat mengingatnya
untuk waktu yang sangat lama. Seperti juga untuk lagu saya, meskipun tidak
muncul sebagai lagu yang luar biasa ketika fans mendengarkannya, namun
lagu-lagu saya dapat diingat, bahkan ketika saya lewat, saya berharap bisa
mendengarkan orang berkata ‘Lagu ini benar-benar bagus’. Ini adalah impian saya
untuk menjadi seorang penyanyi dengan kharisma seperti itu”.
Meskipun ia memulai karirnya sebagai grup idola, Kim Kyu
Jong saat ini berdiri sendiri, dia ingin dikenang sebagai seorang penyani yang
memiliki ‘aroma mendalam’. Pada tahun 2011, dia akan melangkah maju sendiri,
bukan sebagai sebuah grup tetapi sebagai penyanyi solo, bukan sebagai idola
tetapi sebagai seorang penyanyi.
Credits : http://www.enews24.net/news/03/1714401_1164.html + (English Translation) xiaochu @
Quainte501.com
Indo
trans: gomawoyo.wordpress.com
MIDNIGHT GIRLS FANFICTION ‘SPECIAL EDITION’
Don’t be Sad I Will Back Soon ‘Kim Kyu Jong’s Birthday’
Cast: Nam Rin Yoong
Lee Eun Hae
Cho Min Hwa
Park Min Rin
Others: SS501 Members
Genre: Romance, Friendship, Musical
Length: ONESHOOT
Author: Nia Ariyanti Wibowo
Saengil chukkae hamnida~~~
Saengil chukkae hamnida~~~
Saranghaneun Kyu Jong oppa~~~
Saengil chukkae hamnida~~~
Seorang gadis berparas oriental
percampuran khas Asia Tenggara bermata bulat berwarna coklat indah sedang
bernyanyi hampa di sebuah taman di pinggiran kota Seoul, Korea Selatan. Gadis
itu hanya duduk termenung menatap kosong hamparan rerumputan yang melambai
tertiup angin. Entah apa yang sedang dipikirkan gadis itu, sudah hampir 1 jam
dia hanya termenung dan menyanyikan lagu yang sama berulang-ulang.
Saengil chukkae hamnida~~~
Saengil chukkae hamnida~~~
Saranghaneun Kyu Jong oppa~~~
Saengil chukkae hamnida~~~
“Nam Rin Yoong!!!”
Tiba-tiba terdengar suara seseorang
memanggil namanya. Gadis itu menoleh melihat kepada si empunya suara.
“Eun Hae-ya??” tanya gadis yang
bernama Nam Rin Yoong itu. “Apa yang kau lakukan di sini, Hae-ya??”
Lee Eun Hae dan Nam Rin Yoong
adalah dua gadis cantik yang bersahabat baik. Mereka tergabung dalam suatu grup
gadis-gadis populer yang bernama Midnight Girls. Midnight Girls memiliki 4
member yaitu Lee Eun Hae sebagai Leader cantik dan lembut, Nam Rin Yoong gadis
bermata bulat yang pendiam dan dingin, Cho Min Hwa gadis manis dan mempesona
yang ceria dan Park Min Rin seorang maknae manja yang lucu menggemaskan. Para
member Midnight Girls tinggal dalam satu
apartemen di kawasan elite Gangnam Seoul. Dan suatu rahasia besar adalah
bahwa Midnight Girls merupakan kekasih dari Hallyu Star SS501.
“Aigooo~~ kau ini!!” Eun Hae gadis berparas
cantik dan manis itu menjitak keras kepala Rin Yoong dengan kesal. “Harusnya
aku yang bertanya seperti itu!! Apa saja yang kau lakukan sendirian di taman
ini? Meninggalkan aku begitu saja dan duduk termenung sia-sia.”
Duukk!!!
“Appooo~~” Rin Yoong mengusap
bagian kepalanya yang sakit akibat jitakan dari sahabatnya Eun Hae sambil
memanyunkan bibirnya. “Tidak bisakah kau tidak menjitak orang saat sedang
kesal? Kepalaku sakit sekali.”
“Salahmu sendiri, Yoongie!! Kau
meninggalkan aku dan menghilang tiba-tiba hanya untuk termenung di tempat sunyi
seperti ini. Bagaimana aku tidak kesal!” omel Eun Hae
“Jeongmal mianhae Hae-ya!! Hanya
saja aku sedang tidak semangat untuk berbelanja, kau bisa meneruskan kegiatan
belanjamu dan aku akan menunggumu di sini sampai kau selesai.” Ucap Rin Yoong
lirih.
“Aish kau ini Yoongie!! Seenaknya
saja berbicara seperti itu. Lalu apa gunanya aku mengajakmu belanja kalau hanya
aku sendiri yang berkeliling mall.” Gerutu Eun Hae kesal. “Lagi pula aku
mengajakmu berbelanja agar kau bisa sedikit ceria tidak ada murung seperti
sekarang ini.”
“Nde aku tahu! Hanya saja aku
benar-benar sedang tidak bersemangat, Hae-ya. Mianhae!”
SIGH~~~~
Eun Hae menghela napas lelah
sembari menatap sahabatnya itu dengan jengkel. Hari ini Rin Yoong sukses
membuat suasana hatinya kesal. Semua moodnya untuk berbelanja hilang sudah.
“Ya sudahlah. Toh percuma sekalipun
aku memaksamu semuanya tidak akan lagi berjalan sesuai rencana. Sudahlah kita
pergi saja ke tempat lain mencari suasana baru yang lebih menyenangkan.” Ucap
Eun Hae.
“Kita mau ke mana memang?” tanya
Rin Yoong heran. “Aku ingin pulang, Hae-ya!”
“Pulang??” Eun Hae melebarkan
matanya menatap Rin Yoong. “Ini masih sore, Yoongie! Kau sudah minta pulang?
Keterlaluan!”
“Min Hwa dan Min Rin mungkin juga
sudah pulang. Ayolah lebih baik kita pulang. Besok lagi saja kita
jalan-jalannya.”
“TIDAK MAU!!!!”
“Taksi!!!” Rin Yoong segera
memanggil taksi tanpa mempedulikan protes dari Eun Hae. “Ayo cepat Eun Hae
taksinya sudah datang.”
Rin Yoong segera masuk ke dalam
taksi diikuti Eun Hae dengan malas. Sebenarnya Eun Hae sangat ingin pergi ke
pantai untuk melihat sunset. Bukankah
lebih menyenangkan menghabiskan sore hari di pantai sambil melihat tenggelamnya
matahari di ujung barat bumi daripada mengurung diri di dalam rumah. Tapi ada
daya kalau orang yang pergi bersamanya tidak tertarik sedikitpun untuk
menemaninya.
*****
Pukul 19.30 KST
“Ada apa dengan Yoong eonni?” tanya
Min Rin malam itu ketika Midnight Girls tengah makan malam. “Sudah beberapa
hari ini dia tidak pernah ikut makan malam bersama kita.”
“Mollayo!” jawab Eun Hae singkat
sambil terus menghabiskan makanannya.
“Kalian tidak sedang bertengkar
kan, Eonni?” tanya Min Hwa menatap heran sikap Eun Hae yang dingin.
“Anniyo!”
“Lalu mengapa jawabanmu singkat
seperti itu, Hae eonni?” desak Min Rin penuh keingin tahuan. Matanya menatap
lebar Eun Hae yang masih anteng menikmati makan malamnya.
“Kenapa kalian berdua menatapku
seperti itu Cho Min Hwa, Park Min Rin?” Eun Hae mendengus kesal menatap kedua
sahabatnya yang sudah dia anggap yeodongsaengnya sendiri. “Sudah aku bilang
bukan kalau aku dan Yoongie tidak sedang bertengkar.”
“Kalau tidak sedang bertengkar
mengapa Yoong eonni murung seperti itu?” gumam Min Hwa lirih menoleh ke pintu
kamar Rin Yoong. “Aku khawatir terjadi sesuatu pada Yoong eonni tapi dia tidak
menceritakannya pada kita.”
“Yoong eonni memang sedikit
membingungkan, Hwa Eonni. Saat bahagia dia bercerita banyak pada kita tapi bila
sedang seperti ini sepatah katapun tak diucapkannya.” Sahut Min Rin yang ikutan
menoleh ke pintu kamar Rin Yoong.
“Aku sendiri juga terkadang tidak
mengerti dengan sikap Yoongie. Dia tidak banyak bicara untuk hal-hal pribadi
dalam hidupnya.” Keluh Eun Hae lirih.
Eun Hae berdiri dari kursinya dan
meninggalkan meja makan. Eun Hae merasa khawatir Rin Yoong sakit karena selalu
melewatkan makan malam. Dia berjalan mendekati kamar Rin Yoong. Sepi. Sunyi.
Apakah Yoongie sudah tidur? Pikir Eun Hae dalam hatinya. Ia ingin sekali
mengetuk pintu itu, memanggil Rin Yoong dan berbicara dengan intens namun tidak
akan semudah itu membuat Rin Yoong mau berbicara mengenai keadaannya.
“Yoongiee!!” panggil Eun Hae lembut
sembari mengetuk pelan pintu kamar Rin Yoong. Namun tidak ada jawaban sedikit
pun. Bahkan Rin Yoong pun tak membuka pintu kamarnya.
Tangan Eun Hae menggenggam pegangan
pintu kamar Rin Yoong. Tidak dikunci!! Mungkinkah Yoongie sudah tidur?? Gumam
Eun Hae dalam hatinya. Eun Hae segera membuka pintu tanpa mengetuknya dengan
perlahan. Dia ingin tahu apa yang dilakukan Rin Yoong. Gelap! Sepi! Terlalu
sepi untuk sebuah kamar yang ditempati seorang gadis.
“Yoongiee!! Kau sudah tidur
Yoongie??” panggil Eun Hae lagi. “Aku ingin mengajakmu makan malam bersama,
sudah beberapa hari ini kita tidak makan malam bersama lagi dengan Min Hwa dan
Min Rin. Akan lebih menyenangkan bila kita bisa menikmati makan malam bersama,
bukan?”
Sepi! Tidak ada jawaban sedikitpun!
Entah Rin Yoong tidak mendengar pertanyaan Eun Hae, entah dia mendengar tetapi
memang enggan menjawab pertanyaan itu.
“Hae eonni, Yoong eonni ada, kan?”
tanya Min Rin dengan polosnya.
Pertanyaan Min Rin sedikit banyak
mengejutkan Eun Hae yang terus fokus melongak ke dalam kamar Rin Yoong. Min Hwa
pun dengan tiba-tiba berdiri di samping Eun Hae, dan kembali sukses membuat Eun
Hae kaget setengah mati.
“Aigoo~~ kalian ini senang sekali
melihat aku senam jantung, ya?” dumal Eun Hae jengkel. “Tiba-tiba berada di
belakangku. Bisa-bisa aku kena serangan jantung ini.”
“Habisnya eonni dari tadi berdiri
saja dan tidak masuk ke dalam jadi kami ikuti.” Balas Min Rin polos.
“Percuma eonni sepertinya kamar ini
kosong! Yoong eonni sepertinya tidak ada di kamarnya.” Ujar Min Hwa. “Rin-ya,
nyalakan lampunya!” perintah Min Hwa tegas.
“Apa yang kalian lakukan di
kamarku?” tanya seseorang yang ternyata adalah Rin Yoong mengejutkan ketiganya.
Entah dari mana Rin Yoong muncul tiba-tiba
saja dia datang dan mengejutkan ketiga temannya yang berdiri di depan kamarnya.
Ekspresi wajahnya terlihat datar seperti biasa. Namun sinar murung tidak dapat
ia sembunyikan dari matanya.
“Yoong eonni!!!” sahut Min Rin
terkejut.
“Kami mengkhawatirkan dirimu,
Eonni.” Ujar Min Hwa jujur. “Karena itu kami masuk ke kamarmu untuk melihat
kondisimu.”
“Aku baik-baik saja! Kalian tidak
perlu terlalu mengkhawatirkan aku.”
“Ani~~! Kita tetap harus bicara
Yoongie!” perintah Eun Hae tegas.
“Mwoya?” Rin Yoong membelalakkan
mata bulatnya. Sepertinya dia tidak akan bisa menghindar dari ketiga temannya
itu. Tapi dia enggan untuk membicarakan hal apapun sekarang ini.
“Ada apa denganmu? Sudah seminggu
ini kau terlihat murung, tak bersemangat. Waeyo?” tanya Eun Hae lembut.
“Ohhh karena itu! Gwenchanayo aku
baik-baik saja.” Jawab Rin Yoong pelan. “Hanya saja aku….. aku merindukan Kyu
Jong oppa, Hae-ya.”
“Kyu Jong oppa??” sahut Min Hwa
heran. “Memang ada apa dengan Kyu Jong oppa? Apa dia sakit.”
“Bukan!!! Minggu depan adalah hari
ulang tahun Kyu Jong oppa, dan aku sangat ingin melewati hari spesial itu
bersama dia, tapi itu tidak akan mungkin. Mengingat dia yang masih berada di
camp militer.” jelas Rin Yoong sendu. Mata indahnya berkaca-kaca menandakan
suasana hatinya yang bersedih.
“Eonni-ya!!” rajuk Min Rin memeluk
manja Rin Yoong. “Aku tahu eonni pasti sangat merasa kesepian. Kyu Jong oppa
berada jauh di sana dan seminggu lagi hari spesialnya. Jangan sedih eonni kami
selalu ada untuk eonni.”
“Nde, dongsaeng-a!! Eonni sangat
bahagia memiliki teman-teman seperti kalian semua. Senang, sedih, suka dan duka
kalian selalu ada untuk eonni.” Kata Rin Yoong lembut membalas pelukan Min Rin
yeodongsaeng yang usianya paling muda di antara member Midnight Girls.
“Min Rin benar, Yoongie, kau tidak
sendirian selalu ada aku, Min Hwa dan Min Rin yang menemanimu. Jadi bila kau bersedih
kau jangan sungkan-sungkan bercerita pada kami semua.” Nasihat Eun Hae. Gadis
cantik ini tersenyum lembut lalu memeluk Rin Yoong.
“Aku tidak dipeluk!!!” rajuk Min
Hwa melihat ketiga temannya berpelukan sedang dia tidak. “Aku gadis cantik,
manis dan lucu di seluruh Korea terabaikan oleh kalian. Aigooo~~”
Rin Yoong tertawa geli melihat raut
wajah Min Hwa yang kesal. Dia tahu gadis satu ini harus mendapat perhatian
paling lebih di antara semuanya. Meski terkadang sikapnya masih lebih kekanakan
dari pada Min Rin, namun Min Hwa gadis yang selalu ceria walaupun dia sedang
sakit. Sikapnya yang seperti itulah yang membuat Rin Yoong sangat menyayangi
Min Hwa, meski kadang pula dia kesal bila Min Hwa tidak mendengarkan
nasihatnya.
“Kemarilah, Hwa-ya eonni akan
memelukmu.” Tawar Rin Yoong lembut.
“Tidak mau ahh!! Nanti rambutku
yang sudah rapi jadi berantakan dan membuatku terlihat jelek.” Tolak Min Hwa.
“Aigoooo!! Anak ini benar-benar
sangat menyebalkan!!” cibir Rin Yoong kesal. Dia menjitak keras kepala Min Hwa
sampai gadis manis itu berteriak kesakitan.
“Appooooooooooo!!” teriak Min Hwa.
Bibirnya manyun dan ekspresi wajahnya terlihat sebal.
*****
February 19, 2014
Pukul 08.00 KST
“Morning Yoongie!!” sapa Eun Hae
ceria pagi itu ketika pagi itu dia menemukan Rin Yoong sedang sibuk di dapur
menyiapkan sarapan untuk semua member. Eun Hae sepertinya melewati malam dengan
tidur yang lelap hingga pagi ini dia terlihat fresh.
“Morning Eun Hae-ya!!” balas Rin
Yoong datar seperti biasa. Gadis ini masih saja bergulat dengan roti dan
sayuran segar hingga tak terlalu memperhatikan kedatangan Eun Hae.
“Eung,, sarapan kita pagi ini apa,
eoh??” tanya Eun Hae duduk manis di kursi meja makan.
“Sandwitch sayuran dengan susu.”
Jawab Rin Yoong singkat. “Yaakk Hae-ya jangan hanya duduk saja tapi bangunkan
Min Hwa dan Min Rin segera.”
“Tidak Mau!!” tolak Eun Hae.
“Eung,, Yoongie apakah kau sudah punya rencana untuk ulang tahun Kyu Jong
oppa?” tanyanya kemudian.
Rin Yoong terdiam sejenak menoleh
kepada Eun Hae. “Belum.” Jawabnya singkat kemudian menyibukkan dirinya
menyiapkan sarapan.
“Mwoya?? Aigoo hanya tinggal
beberapa hari lagi ulang tahun Kyu Jong oppa dan kau belum mempersiapkan
apapun?” omel Eun Hae.
“Sudah segera bangunkan Min Hwa dan
Min Rin sekarang! Sarapan sudah siap.” Perintah Rin Yoong datar. Dia tidak
sepatah kata pun menjawab pertanyaan Eun Hae yang cemberut kesal di hadapannya.
“Aish kau ini! Selalu mengubah
topik pembicaraan sesukamu. Baiklah tapi nanti kita harus berdiskusi okkay!”
Eun Hae bangkit dan meninggalkan dapur
untuk membangunkan Min Hwa dan Min Rin, sedangkan Rin Yoong hanya tersenyum
tipis melihat punggung Eun Hae yang berlalu menjauh.
*****
February 20, 2014
Pukul 11.30 KST
“Huh!! Apa yang bisa kita lakukan
yah untuk ulang tahun Kyu Jong oppa?” gumam Min Hwa lelah. Dia tetap belum
mendapatkan ide untuk merayakan ulang tahun Kyu Jong oppa. Tangannya
memutar-mutar ponselnya perlahan.
“Masalahnya Kyu oppa tidak berada
di Seoul jadi sulit untuk kita membuat perayaan ulang tahunnya.” Ujar Min Rin
polos.
“Aish, aku juga tahu kalau Kyu oppa
sedang wajib militer. Justru karena itu aku tidak mendapat ide untuk ulang
tahunnya. Tahun lalu saja hanya Rin Yoong eonni yang pergi ke Jeonju untuk
menemui Kyu Jong oppa di hari ulang tahunnya. Dan….” Dumal Min Hwa.
“Dan itu pun hampir terpotret oleh
fans Kyu oppa yang selalu mengikuti Kyu oppa ke manapun dia pergi.” Potong Eun
Hae.
Lee Eun Hae, Cho Min Hwa dan Park
Min Rin tengah berkumpul di sebuah caffe mewah sambil menunggu kedatangan Rin
Yoong yang masih berada di klinik kerjanya. Mereka berempat berencana makan
malam di luar dan berdiskusi untuk merayakan ulang tahun Kim Kyu Jong, kekasih
Rin Yoong.
“Aku takkan membiarkan Rin Yoong
pergi lagi ke Jeonju.” Celetuk Eun Hae tiba-tiba. “Kalau ada orang yang tahu
bahwa Rin Yoong adalah kekasih Kyu Jong oppa, bisa muncul masalah besar pasti.”
“Lalu apa yang akan dilakukan Yoong
eonni?? Pasti bila dia tetap buntu menemukan kejutan yang tepat, dia akan nekad
pergi ke Jeonju seperti tahun lalu.” Ujar Min Hwa.
“Hmmm, itu tidak….”
Drrrrrrttt
Drrrrrrttt
Drrrrrrttt
Ponsel Min Rin tiba-tiba saja
berbunyi. Dia melihat siapa yang meneleponnya dan sesaat kemudian dia tersenyum
senang.
“Yeobosseo Jung Min oppa!” serunya
gembira menerima telepon dari kekasihnya Park Jung Min.
“Rin-ya kau sedang di mana?” Jung
Min bertanya dari seberang telepon.
“Eung,, aku sedang bersama Eun Hae
eonni dan Min Hwa eonni di caffe tempat kami sering berkumpul, Oppa. Waeyo??”
“Aigoo,, padahal aku ingin
mengajakmu makan malam dan membicarakan sesuatu yang penting.”
“Mwoya??” Min Rin mengangkat
alisnya. Dia penasaran hal apa yang ingin dibicarakan kekasihnya itu.
“Hmm,, baiklah aku akan menemui di
sana. Satu jam lagi aku sampai bersama Hyung Jun.” ujar Jung Min. “Okkey,
sampai bertemu chagiya.”
“Jung Min oppa!! Yeobosseo!!” Min
Rin mencoba memanggil Jung Min, namun Jung Min sudah memutuskan sambungan
teleponnya tanpa memberi penjelasan pada Min Rin.
“What happened?” Min Hwa melirik
Min Rin dengan penuh tanda tanya. Tidak biasanya Jung Min dan Min Rin singkat
sekali berbicara.
“Anniyo Eonni!!” Min Rin tersenyum
tipis. “Hanya saja tadi Jung Min oppa mencariku tapi aku tidak ada, karena itu
dia meneleponku. Katanya ada hal penting yang ingin dia bicarakan denganku.”
“Hal penting apa?” dengan cepat Eun
Hae memotong kata-kata Min Rin sebelum dia selesai menjelaskan.
“Mollayo.”
*****
February 21, 2014
Pukul 15.30 KST
Cho Min Hwa baru saja sampai di
depan sebuah restoran keluarganya. Dia mengeluarkan banyak barang dekorasi
cantik dan unik dari dalam bagasi mobil mewahnya. Lampu-lampu hias warna-warni
berbentuk bintang, rangkaian bunga mawar berbagai warna, pita lembut dan balon
berbagai warna. Satu persatu barang-barang itu dia masukkan ke dalam
restaurantnya, hingga dia tidak menyadari kedatangan seseorang.
“Annyeong haseyo, Min Hwa-ssi.”
Sapa sebuah suara lembut yang sangat khas dari belakang Min Hwa. “Kau terlihat
sangat sibuk.”
“Annyeong!!” Min Hwa hanya membalas
singkat tanpa menoleh, namun beberapa saat kemudian dia berteriak riang.
“Kyaaaa~~~ Hyun Joong oppaaaaaaaa!!”
Min Hwa menurunkan barang-barangnya
begitu saja dan berlari kecil mendekat ke arah seorang pria tampan bernama Kim
Hyun Joong.
“Hahahaha kau ini masih seperti
anak kecil, Hwa-ya.” Hyun Joong tertawa lucu melihat tingkah adik sepupu
kesayangannya ini.
“Huft,, itu salah oppa!! Kenapa
oppa tidak memberi tahuku dulu kalau mau berkunjung.” Min Hwa merajuk manja
pada oppanya itu. “Yang aku tahu bukan, kah Oppa sedang sibuk syuting mengapa
tiba-tiba ada di sini?”
“Hmm,, aku menerima pesan dari
Hyung Jun katanya kau sedang sangat sibuk, karena itu aku datang ke sini
melihat keadaanmu.” Jawab Hyun Joong panjang lebar. Dia melirik ke arah belakang Min
Hwa dan matanya melebar melihat berbagai macam barang dekorasi pesta.
“Apa kau akan mengadakan pesta?”
tanyanya heran sembari mendekat ke mobil Min Hwa. “Banyak sekali barang yang
kau beli.”
“Yaa, Hyun oppa jangan bilang kau
lupa dengaan hari spesial di bulan ini.” Sahut Min Hwa.
“Hari spesial?” Hyun Joong
menaikkan alis tebalnya. “Bukankah hari valentine sudah lewat? Dan White Day
masih 2 minggu lagi. Lalu hari spesial apa yang kau maksud, Hwa-ya?”
“Oppaaaaaaaaaaaaa!!” Min Hwa
meninggikan suaranya jengkel. Dia benar-benar kesal dengan kebiasaan kakak
sepupunya itu yang mudah lupa. “Dua hari lagi tanggal 24 Februari, Oppa! Itu
hari ulang tahun Kyu Jong oppa.”
“Ohh hahahaha jadi semua
barang-barang ini untuk merayakan ulang tahun Kyu Jong.” Hyun Joong
menganggukkan kepala tanda dirinya mengerti. “Memang Kyu dapat keluar dari Camp
militer dan datang ke Seoul untuk merayakan ulang tahunnya?”
“Tentu saja tidak, Oppa! Namun
meski dia tidak hadir kami sepakat untuk tetap merayakan ulang tahunnya.” Min
Hwa kembali mengangkat barang-barang itu dan berjalan masuk ke restaurannya
diikuti Hyun Joong yang juga membawakan barangnya.
“Ide ini datang dari Jung Min oppa.
Dia bilang meski Kyu Jong oppa tidak hadir kita tetap dapat merayakan ulang
tahunnya, dan menelepon Kyu oppa. Lagi pula mungkin pesta kecil ini dapat
sedikit menghibur Rin Yoong eonni.”
“Memang ada apa dengan Yoongie??”
tiba-tiba saja Hyun Joong terpaku mendengar kata-kata Min Hwa tentang Rin
Yoong.
“Rin Yoong eonni akhir-akhir ini
sering murung. Mungkin karena bulan ini adalah bulan istimewa Kyu oppa dan dia
berpisah jauh dari Kyu oppa yang membuatnya murung.”
“Yoongie masih berhubungan dengan
Kyu Jong rupanya.” Terdengar nada suara Hyun Joong berubah.
“Ne! Waeyo??”
“Anniyo!!”
“Oppa, kau dapat hadirkan di pesta
lusa malam?? Kami memulai pesta pukul 22.00 dan akan menelepon Kyu oppa tepat
pukul 00.00 malam.”
“Tentu! Aku juga sudah lama tidak
berkumpul dengan kalian. Siapa saja yang hadir?”
“Hanya aku dan Midnight Girls
member, Jung Min oppa dan Hyung Jun oppa. Young Saeng oppa tidak dapat hadir
karena menjalani wajib militer.”
“Baiklah lusa aku usahakan
mengosongkan agendaku dan menghadiri pesta kecilmu.” Janji Hyun Joong mengusap
lembut kepala Min Hwa. “Hmm,, baiklah Oppa harus pergi, Hwa-ya, kau maaf Oppa
tidak bisa membantumu mendekorasi restauran ini.”
“Gwenchana Oppa.”
Hyun Joong berjalan keluar
restaurant menuju mobilnya. Sebelum tangap gas dia melambaikan tangan pada Min
Hwa yang mengantarnya.
*****
February 23, 2014
Pukul 22.00 KST
Di malam yang indah itu semua telah
berkumpul. Park Jung Min datang bersama kekasihnya Park Min Rin. Cho Min Hwa
datang bersama kakak sepupunya Kim Hyun Joong dan Kim Hyung Jun datang bersama
adiknya Kim Ki Bum. Namun justru seseorang yang sebenarnya yang berulang tahun
tidak dapat hadir di tengah-tengah mereka. Kim Kyu Jong yang tengah menjalani
kewajiban militernya memang tidak dapat seenaknya Meninggalkan camp militernya
terutama pada hari kerja.
“Langit tampak sangat indah.” Gumam
Rin Yoong pelan setelah dia keluar dari mobil Eun Hae. Kepalanya menengadah
menatap jutaan bintang di langit malam. Suasana malam ini sungguh mendukung
pesta kecil mereka. Tak terlihat sekecilpun awan hitam yang membawa ribuan
tetes air hujan.
“Bintang seperti ikut bergembira
menyambut hari spesial untuk seseorang yang begitu spesial.” Ucap Eun Hae
tersenyum manis pada Rin Yoong. Dia mencoba menghibur Rin Yoong di malam
special ini.
“Dan sepertinya dia juga dapat
merasakan betapa membahagiakannya pesta malam ini.” Balas Rin Yoong tersenyum
ceria. Memang malam ini hatinya sedang bahagia. Tentu saja di hari ulang tahun
kekasih tercintanya tidak mungkin dia menangis meski yang berulang tahun tidak
ada di sisinya.
“Tentu saja. Semua pasti berbahagia
di malam ini. Sudah ayo kita masuk pesta sudah di mulai.” Ajak Eun Hae menarik
tangan Rin Yoong.
*****
“Sudah pukul berapa ini? Sebentar
lagi hampir tengah malam apa kau sudah berhasil menelepon Kyu Jong hyung, Jung
Min-ah?” tanya Hyung Jun berdiri di belakang Jung Min yang sedang sibuk
menelepon seseorang.
“Aigooo!! Kyu sama sekali tak
mengangkat teleponnya.”
“Lalu bagainmana? Kejutan kita
untuk semuanya akan gagal.”
“Sebentar aku coba lagi.”
Drrrrrtttt
Drrrrrtttt
Drrrrrtttt
Hening,, hening,, tak ada paggilan
dari seberang telpon. Sepertinya Kyu Jong tidak membawa ponselnya atau bahkan
mungkin dia sudah tidur hingga tak menerima telepon dari Jung Min.\
“Sudah berkali-kali aku mencoba
tapi hasilnya tetap nihil.” Keluh Jung Min kecewa, “Mungkin Kyu sudah tidur atau
memang dia tidak membawa ponselnya.”
“Lalu sekarang bagaimana? Semua
orang pasti akan kecewa.”
“Mollayo.”
Dalam kebingungan yang tak menentu,
tiba-tiba saja Rin Yoong berteriak cukup keras. Dan membuat semua orang yang
berada di pesta itu terkejut.
“Kyaaaaaaaa!!!” jerit Rin Yoong tak
jelas.
Saengil chukkae hamnida~~~
Saengil chukkae hamnida~~~
Saranghaneun Kyu Jong oppa~~~
Saengil chukkae hamnida~~~
Sebuah suara merdu terdengar dari
seberang ponsel Rin Yoong. Suara itu bukan suara yang asing baginya, justru
suara itu adalah suara yang sangat dikenal dan dirindukannya. Tentu saja! Siapa
lagi pemilik suara itu bila bukan Kim Kyu Jong.
“Kyu,, Kyu Jong oppa??” tanya Rin
Yoong tak percaya dengan pendengarannya sendiri. “Kau sungguh-sungguh Kim Kyu
Jong??”
Suara Rin Yoong bergetar dan
terdengar parau. Dia benar-benar terkejut dengan suara dari seberang ponselnya.
Tapi apakah mungkin itu suara Kim Kyu Jong?? Tidak pasti itu tidak mungkin.
“Waeyo, Yoongie? Kau tak sudah tak
mengenali suaraku lagi?” tanya suara itu kecewa. “Aku Kim Kyu Jong, Yoongie.”
“Benarkah? Benarkah kau Kyu Jong
oppa?” Rin Yoong kembali bertanya memastikan pendengarannya tidak menipunya.
“Ne ini aku, Yoongie!!” jawabnya
lembut. “Aku memang sengaja meneleponmu malam ini, maemberimu sebuah kejutan
indah yang mungkin dapat menghapus sedikit kesedihanmu.”
“Bagaimana mungkin, Oppa? Memang
boleh??”
“Ini bukan jam kerja tentu saja
boleh.” Kyu Jong berbicara begitu lembut. “Aku sendiri sebenarnya kecewa kau
tak meneleponku untuk mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Apakh kau sudah
melupakan aku?”
“Kau ini bicara apa, Oppa?
Bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu. Aku tidak meneleponmu karena…” Rin
Yoong menggantungkan kata-katanya. Air matanya mengalir. Entah ini air mata
bahagia atau air mata duka. Yang pasti Rin Yoong sendiri tak mengerti dengan
hatinya.
“Kau menangis, Yoongie?? Mianhae
bila aku melukai hatimu.” Pinta Kyu Jong tulus. “Aku sungguh tak bermaksud
membuatmu bersedih. Aku ingin menghiburmu. Hyun Joong hyung menelponku kemarin
dan mengatakan bila kau bersedih karena aku tidak ada di sisimu di malam ulang
tahunku, karena itu aku meneleponmu agar kau tak merasa aku jauh darimu.
Mianhaeyo membuatmu menangis Yoongie.”
“Anniyo!! Aku tidak menangis!! Aku
hanya terkejut kau meneleponku.”
“Benarkah?? Baiklah untuk membuat
malam ini semakin membahagiakan apa yang kau inginkan? Oppa akan melakukan
apapun yang kau minta.” Tawar Kyu.
“Maukah Oppa menyanyikan sebuah
lagu untukku? Satu lagu saja.” Pinta Rin Yoong.
“Baiklah! Untuk kekasih hatiku, aku
akan menyanyikan sebuah lagu untukmu.”
Kyu Jong mulai menyanyikan sebuah
lagu miliknya untuk Rin Yoong
‘Gyeote isseodo sojung-han sarama
Kakkeumsshing nun-mu-ri heu-lleo
Nae nuneul jeokshindaedo
Yeope isseodo keuri-un sarama
Oneuldo harureul biwo
Keuriwo keuril saram
Kakkeumsshing nun-mu-ri heu-lleo
Nae nuneul jeokshindaedo
Yeope isseodo keuri-un sarama
Oneuldo harureul biwo
Keuriwo keuril saram
Han geo-reum jochado mot dwaehdo
Keujeo seuchineun sunkanira hayeodo
Keudaeraneun saramimyeon anira haedo
Tteonal su eom-neun geu han saram
Keujeo seuchineun sunkanira hayeodo
Keudaeraneun saramimyeon anira haedo
Tteonal su eom-neun geu han saram
Sarange sarange ibyeo-reul deohanda
hayeodo
Majimagi twehl saram
Gaseume saekyeojin saram
Apeu-go tto apado monnae keu saram
Jab-goman shipeun
Majimagi twehl saram
Gaseume saekyeojin saram
Apeu-go tto apado monnae keu saram
Jab-goman shipeun
Rin Yoong kembali meneteskan air mata. Bukan
kali ini dia bukan sedang bersedih, tapi dia sedang sangat bahagia. Kekasih
yang dia rindukan ternyata mala mini ada bersamanya meski hanya melalui telepon
saja. Suatu keajaiban yang sangat membahagiakan. Hmm… ini bukan suatu
keajaiban, namun karena seseorang yang berjasalah yang membuat Kyu Jong
meneleponnya. Ya, semua ini karena Kim Hyun Joong. Pria tampan itu meski dari
penampilannya terlihat tidak peduli tapi dia memiliki hati yang sangat hangat.
Rin Yoong harus berterima kasih pada Hyun Joong.
Nae-gen gajang sojung-han saram
Han geo-reum jochado mot dwaehdo
Keujeo seuchineun sunkanira hayeodo
Keudaeraneun saramimyeon anira haedo
Tteonal su eom-neun geu han saram
Han geo-reum jochado mot dwaehdo
Keujeo seuchineun sunkanira hayeodo
Keudaeraneun saramimyeon anira haedo
Tteonal su eom-neun geu han saram
Sarange sarange ibyeo-reul deohanda hayeodo
Majimagi twehl saram
Gaseume saekyeojil saram
Apeu-go tto apado monnae keu saram
Jab-goman shipeun
Nae-gen gajang sojung-han
Sarange sarange ibyeo-reul deohanda hayeodo
Majimagi twehl saram
Gaseume saekyeojin saram
Apeu-go tto apado monnae keu saram
Jab-goman shipeun saram
Nae-ge kajang sojung-han saram
“Gashamnida Oppa!!” ucap Rin Yoong setelah Kyu Jong selesai menyanyikan lagunya. “Jeongmal mianhaeyo aku membuatmu khawatir.”
“Memang kapan kau tak pernah membuatku
mencemaskanmu?” balas Kyu Jong tertawa. “Hobimu memang membuatku selalu
mengkhawatirkanmu.”
“Andweee!! Bukan begitu maksudku. Aku hanya
merasa kesepian tanpa ada dirimu hanya itu saja.” Rajuk Rin Yoong manja.
“Heyy!! Sejak kapan gadisku ini bersikap manja?
Bukankah biasanya seorang Nam Rin Yoong adalah gadis yang dingin dan
misterius?”
“Oppa jangan membuatku kesal!!!” seru Rin Yoong
meninggikan suaranya.
“Hahahaha,, jeongmal mianhaeyo aku hanya
menggodamu, Yoongie!! Tapi ini serius, aku sungguh tidak ingin kau bersedih.
Aku ingin kau tersenyum. Beberapa bulan lagi aku akan keluar dari militer, dan
aku berharap kau selalu bersabar menungguku kembali. Hanya beberapa bulan lagi
aku pasti kembali. Kembali padamu, didekatmu dan akan menemani hari-harimu.”
Janji Kyu Jong meyakinkan.
“Tentu. Tentu saja aku akan selalu menanti
kembalimu, Oppa. Aku akan bersabar untuk hari indah itu.” Rin Yoong tersenyum
manis meskipun Kyu Jong takkan dapat melihat senyumannya namun dia tetap
tersenyum.
Malam ini semua merasa bahagia terutama Rin
Yoong. Malam yang istimewa di kelilingi sahabat yang yangat istimewa dan
khususnya seseorang yang disayanginya berada di dekatnya. Rin Yoong menghapus
air matanya karena memnag tidak ada yang harus dia tangisi. Malam ini bukan
hanya mereka yang bahagia, langit dan bintang-bintang pun bersemangat melewati
semua kebahagiaan ini
-The End-
Langganan:
Postingan (Atom)
















.jpg)
