widgeo.net

Senin, 31 Maret 2014

The MoonLight Fanfiction

Fanfiction|The MoonLight|Part1

The Moon Light 
Part 1  :         Stopper time


Author             :   Nabila Khairunnisa  a.k.a  Fina Khazz
Cast                  :   Kim Hyun Joong
                            Heo Young Saeng
                             Kim Kyu Jong
                             Park Jung Min
                             Kim Hyung Jun
                             Jung Hyun Ki
Genre               :   Fantasy, Thriller, Romance, Drama, Friendship
Warning               Cerita ini hanyalah Fantasi dan imajinasi dari author, dan cerita ini hanyalah milik author. Peringatan keras, NO Plagiator dan typo dimana mana

Baca dulu Prolognya biar nyambung & mudeng sama ceritanya.. Okay? ;)

Part 1    >>   ‘The Stopper Time’

         Di sini sangat terang, benar benar terang, aku mengedarkan pandanganku. Disini tempat yang aneh. Aku melihat ada api dimana mana. Aku melihat malaikat yang berterbangan tapi ada satu malaikat yang tidak terbang karena sayapnya telah dicabut. Aku juga melihat banyak darah disepatu kulit putihku. Aku bertemu dengan Demia tapi matanya sangat aneh. 

         Aku juga bertemu dengan seorang pria yang membawa sesuatu, ia memakai jam tangan dan membawa stopwatch. Ditempat ini juga banyak sekali makhluk aneh berwarna merah mempunyai tanduk, seperti tanduk kerbau, mereka juga mempunyai ekor seperti ekor naga. Menakutkan. Disini sangat menakutkan.

         Eomma Appa aku sangat takut. Eomma Appa kenapa kalian pergi? Aku takut disini eomma. Aku berlari menjauhi semua yang ada. Aku menabrak seseorang dan terjatuh. Kakek? Aku memeluknya. Aku menangis. Semuanya menjadi hancur lebur ketika ku sudah “In Memoriam”.

         Napas HyunKi sangat terengah-engah ketika ia membuka matanya setelah tidur semalaman. Ia sangat berkeringat dengan napas setengah–setengah seperti orang yang baru lari mengelilingi namsan tower sebanyak 5x *abaikan. Ia mengalami mimpi buruk itu lagi. Mimpi itu selalu muncul disetiap ia tidur.

         Kini HyunKi telah Dewasa, ia sering sekali mengalami yang namanya ‘Deja Vu’, makanya ia suka takut kalau mimpi yang seperti itu, apalagi kalau mimpinya seperti terjadi dan menjadi kenyataan.

         Ia juga sering sekali menanyakan mimpi buruknya itu kepada kakek tapi sang kakek tetap saja mengatakan ‘Tenang saja HyunKi-ah, itu hanya mimpi’ tapi walau bagaimana pun itu ia masih perlu was was dengan semua mimpi mimpi aneh nya. Sekarang ia tidak bisa membedakan yang mana mimpi buruk dan yang mana mimpi indah.

         Ia menengok ke arah jam digital disamping kasurnya. Ia membuka selimutnya dan langsung bergegas ke kamar mandi. Kali ini ia telat lagi untuk pergi ke hotel tempat ia bekerja. Walau pun kantornya hanya beberapa kaki saja dari apartemennya tapi tetap saja ia sering terlambat. Memang kebiasaan yang sangat buruk.

         Ia berjalan cepat melewati beberapa pejalan kaki. Berulang kali pun ia meminta maaf kepada orang orang yang ia tabrak karena ia sangat terburu buru sekarang. Sampai dikantor nanti pasti akan dikasih tugas yang bertumpuk-tumpuk, batinnya dalam hati.

         Ia memikirkan lagi mimpi mimpi buruknya itu. Mimpi buruk yang menghantuinya bertahun tahun. Ia sangat sedih ketika bayangan saat orang tuanya dibunuh oleh seekor makhluk yang mengerikan didepan matanya. Bayangan itu selalu terngiang dibenak fikirannya. Sungguh gadis yang malang. Ia tinggal sebatang kara dikota itu. Setiap hari libur ia pasti pergi ke kuil untuk menemui kakek guru kesayangannya.

         “Tiiiiiiiiiiiinnnnnnn.........” Suara klakson yang tiba tiba membuyarkan bayang bayang buruk di fikirannya. Tinggal beberapa senti saja bemper mobil itu mengenai dirinya. Tetapi sang pengemudi dari mobil itu sudah menekan pedal rem dengan sangat kuat. Sang pengemudi pun menunjukkan siapa dirinya.

         “HyunJoong-ah?!” Ia spontan memanggil pria yang keluar dari mobil. Dia telah mengenal lebih siapa pria itu. Siapa lagi kalau bukan Kim HyunJoong, namjachingu nya.. *ahay Hyun couple*

“Sudah sarapan?” Tanya HyunJoong yang mempunyai makna tersirat.

“Aku sudah terlambat, sangat terlambat. Jadi kumohon nanti siang aja okey?”

“Oh, Ayolah! Yasudah. Keundae, biarkan aku mengantarmu sampai ke kantor. Aku harus memastikanmu sampai ke kantor dengan selamat” HyunKi pun memasuki mobil mewah HyunJoong.

“Waeyo?” tanya HyunJoong saat menoleh ke wajah HyunKi yang kusut.

“Huufftt.. Aku terlambat sudah lebih sejam, pasti aku akan disuruh untuk mengerjakan tugas yang bertumpuk tumpuk”

“Tidak akan, tenang saja!” HyunKi menatapnya heran

         HyunJoong memang selalu seperti itu. Ia selalu memperhatikan HyunKi kemana pun kekasihnya pergi dan HyunJoong harus memastikan bahwa HyunKi dalam keadaan aman aman saja.

“Jung HyunKi, kenapa kau bisa terlambat lagi?” Tanya Manager Direktur Lee.

“Jeosonghamnida. Aku bangun terlalu siang akhir akhir ini” HyunKi menunduk hormat kepadanya.

“Lalu, Siapa dia?” MD lee menunjuk ke arah HyunJoong. HyunJoong langsung menjabat tangan Manager Direktur itu.

“Joneun Kim HyunJoong imnida” Ia memberikan senyuman misterius dan menatapnya dalam dalam.

“Oh nde, Sekarang kau harus kerjakan tugas mu yang ada diatas meja kerja mu” HyunKi pun langsung pergi ke ruang kerjanya. Dan HyunJoong pun langsung pergi meninggalkannya.

Setengah jam telah berlalu. HyunKi sudah menyelesaikan semua pekerjaannya, pekerjaan yang tidak terlalu banyak seperti biasanya. Ia bergegas mengumpulkan pekerjaan yang sudah diselesaikannya itu kepada Manager EO (Event Organizer).

         Langkahnya terhenti ketika melihat teman satu ruangan kerjanya diomelin oleh atasannya. Pria paruh baya itu terus menerus mengomeli pria muda dan tampan yang tengah duduk santai seperti tidak mendengarkan apa apa.

         Pria tua itu memberikan tumpukan berkas berkas yang harus dikerjakan oleh pria muda itu. Tumpukan berkas menjulang tinggi hingga melewati batas kepala pria tua itu dan ia taruh di meja.

         “Lihat sekarang jam berapa?! Sekarang sudah jam 12 tepat, jadi kau ku beri waktu hingga jam 3 maka kau harus menyelesaikan pekerjaan ini hingga selesai. TUNTAS!!!”  Pria itu membanting seberkas kertas.

         HyunKi melanjutkan langkahnya menuju ruangan Manager EO. Hyunki memang selalu mendapatkan pujian karena prestasinya. Hingga beberapa teman kantornya sering iri dengannya.

         Ia kembali keruangannya. Tapi ia sedikit terlihat heran dengan pria yang diomelin tadi. Pria itu nampak santai dengan pekerjaannya yang bertumpuk-tumpuk itu. Ia hanya menggeser tumpukan itu dan menaruh kakinya diatas meja dengan santai. Hey, sopan sekali dia, batin HyunKi. HyunKi menyamperinya

         “Jeosonghanda, tadi aku melihatmu diomeli oleh atasanmu. Lalu kau diberikan setumpuk pekerjaan itu. Tapi kenapa kau menyia-nyiakan waktumu padahal waktumu hanyalah sedikit” Pria itu menurunkan kakinya dan menatap mata HyunKi lekat lekat.

         “Jadi, kau ini mata mataku?”

         “Ah Aniya!! Aku hanya gak sengaja memperhatikanmu. Aku belum pernah mengenalmu sebelumnya”

         “Nde, aku baru saja dipindah ke ruangan ini beberapa bulan yg lalu. Oh ya, bagaimana kalau kita makan siang? Aku sudah sangat lapar?”

“Kau mempunyai pekerjaan yang banyak tuan”

“Yak! Kenapa kau sangat perhatian kepadaku?”

“Ani, jangan buang buang waktumu” HyunKi pun pergi meninggalkannya. Pria itu hanya tersenyum saja.

         Tak terasa jam kerja sudah berakhir. Kini, waktunya semua pegawai untuk pulang ke rumahnya masing masing. Pria tampan tadi menghampiri HyunKi.

“Joneun Kim KyuJong Imnida” ia menjulurkan tangannya kehadapan HyunKi.

“Jung HyunKi imnida” jawabnya sinis

“Mau ku antar?” tanya KyuJong.

         “Ani, Kamsahamnida, sayangnya aku telah dijemput” Mobil mewah HyunJoong pun berhenti dihadapan mereka. Kyujong hanya tercengang melihat menolakan yang secara langsung itu.

-o-

Hari libur pun tiba. Kini HyunKi sedang di dalam perjalanan menuju kuil yang telah lama ia tinggal.
“Kakek, dimana kau? Aku pulang!” Teiak HyunKi ketika sampai dikuil tempat kakek yang sudah dianggap seperti kakeknya sendiri itu berada.

“Kakek?” Ia mencari kakeknya dari sudut ke sudut. Ia terkaget ketika melihat kakeknya sedang diam dengan duduk melayang diatas tiang. Biksu tua itu pun membuka matanya dan turun dari atas tiang.

“Ba..Ba...Bagaimana bisa?” Tanyanya yang gelagepan(?) sang kakek pun hanya tertawa saja.

“Apakau merasakan sesuatu yang aneh terjadi padamu akhir akhir ini?”

“Mungkin, beberapa hari yang lalu aku melihat pria yang aneh”

“Apa dia teman sekantormu?”

“Bagaimana Kakek tau? Oh nde, kakek kan sang paranormal” HyunKi menatapnya bosan.

“Lalu, kenapa kau menjauhinya? Apa karena kau sudah mempunyai namja?”

         “Aniya, Dia orang yang terlalu menyianyiakan waktu dengan sikap yang terlalu santainya, memang nya kenapa Harabeoji menanyakannya seperti itu? Ada apa dengan keanehannya? Apa Harabeoji tahu?” Bukannya menjawab kakek itu malah tertawa dan pergi.

“Kemarilah” HyunKi pun datang ke tempat kakek berdiam.

“Berdirilah disana” Kakek menunjuk ke sebuah lubang sumur.

“Masuk ke lubang ini?” Kakek hanya menggelengkan kepala.

“Berdirilah dipinggir lubang itu beberapa senti” HyunKi langsung mematuhi perintah kakek itu.

Tiba tiba sebuah tembok datang dengan kecepatan tinggi seperti ingin menjatuhkan HyunKi ke dalam lubang itu. Ia menahannya dengan ke2 tangannya.

         “Berpikirlah untuk bisa menahan tembok itu. Fokus kan pikiran mu. Tatap tembok itu. Kau pasti bisa, jangan sampai kau terjatuh ke lubang sumur itu” Hyunki mematuhi semua omongan dari kakeknya. Ia menatap tajam tembok itu, berkonsentrasi, fokus dan fokus.

Tak lama tembok itu perlahan mundur dan HyunKi pun juga perlahan melangkah maju seperti mempunyai tenaga ekstra untuk mendorong tembok itu.

“Bagus, Pelajaran pertama sudah selesai” Kakek berjalan mendatangi HyunKi yang napasnya terengah-engah. Kakek menepuk pundak HyunKi.

“Banyaklah berkonsentrasi & fokus kepada semua yang terjadi” Kakek itu hanya tersenyum, HyunKi menatapnya heran.

“Kau mempunyai kekuatan fikiran, Semua yang kau fikirkan jika kau fokus dan berkonsentrasi akan terjadi. Pelajaran ke2, kita gunakan apel ini”

“Berpikirlah, fokus dan konsentrasikan untuk apel ini”

         HyunKi menghela napas dan mulai menatap serius kepada apel itu. Iris matanya yang tadinya besar dan hitam mengecil seketika. Ia tak pernah seserius seperti ini sebelumnya. Lihat apa yang terjadi, perlahan lahan apel itu seperti ada yang memotongnya dengan pisau.

“Srekk.. Sreeekk..” suara apel yg terbelah itu sekarang telah menjadi dua. Sungguh sangat menakjubkan.

“Whooaahh!!” HyunKi mengambil ke2 irisan apel itu.

“Apa yang bisa kulakukan lagi selain ini??!!”

         “Hohoho, kau nampaknya sangat semangat sekali. Kurasa pelajaran untuk hari ini telah selesai” Kakek guru itu pun langsung pergi meninggalkannya dan tak lupa mengambil satu irisan apel dari tangan HyunKi.

-o-

         Hari ini waktu berjalan sangat cepat sekali.  Seperti ada yang sengaja untuk mencepatkannya. Kim Kyujong, si pemuda tampan itu terus mondar-mandir keluar-masuk ke seluruh ruangan yang berada di rumahnya. Ia terlihat sangat bosan dan mencari suatu pekerjaan untuk membuatnya tidak bosan. Tapi tetap saja ia tidak menemukannya.

         Dilihatnya jam dinding yang menunjukkan waktu pukul 03.00 PM.‘Show me your eyes and give you my heart’ begitulah suara nada dering handphonenya yang berbunyi. Ia langsung cepat cepat mengambilnya

“Yeobosseo?”
“....”
“Yak! Kau lagi! Sudah ku bilang aku tidak mau!”
“....”
“Sekarang? Hey, sekarang itu sudah sore”
“....”
“Shireo, aku sangat malas”
“...”
“Okay”

         Ia menutup telponnya dan langsung bergegas menuju ke suatu tempat. Ia berjalan dengan cepat, sangat buru buru. Ia melihat jam tanganya dan menekan satu tombol yang ada disana. Semuanya terlihat berhenti, tidak ada satu pun yang bergerak selain dia. Ada apa dengan dunia? Mengapa semuanya tidak bergerak?. Kyujong hanya menyunggingkan sudut kiri bibirnya saja, sepertinya ia tahu apa yang terjadi. Sekarang ia terlihat lebih santai dan menurunkan kecepatan melangkahnya.

         Ia melihat ke jam taman yang berada di seberang jalan yang menunjukkan pukul 03:05:45 PM. Tunggu, lihatlah jarum yang menunjukkan detik di jam taman itu, jarumnya sama sekali tidak bergerak. Semua yang berada disekitarnya juga tidak ada yang bergerak selain dia. Ada yang telah menghentikan waktu dan membuat semuanya tidak bergerak

-o-

“Hati-hati dijalan, nde”
“Nde Gomapseumnida, Agasshi” Ia menunduk hormat kepada Pria paruh baya dan keluar dari Bus itu.

         Dengan sinar lampu 5 watt yang meremang-remang disepanjang jalan dan disertai pula hembusan angin kesunyian malam, HyunKi tetap melangkahkan kakinya cepat untuk segera sampai di apartemennya.

         Suara gesekan roda kopernya yang terdengar keras membuat sekumpulan anak brandal disebrang sana menoleh kearahnya. Untungnya ia tidak memakai busana yang menampilkan bahwa ia seorang yeoja.

“Wey, Rokok!” Seorang namja mendatanginya, HyunKi hanya mengacuhkannya dan melanjutkan perjalanannya.
“Berikan aku rokok!!!” Namja mabuk itu tetap menghalangi jalannya.
“Mi.. mi.. Mianhaeyo aku tidak merokok” suara hyunki terdengar berat seperti dibuat-buat.

         “Mwoya?? Cowo macam apa kau!!!” Namja mabuk itu mendengak(?)an dagunya dan membuat topinya terjatuh. Namja itu tersenyum mistis. Tak lama 2 namja lain semacamnya menghampiri.

         “Hohoho.. Yepeunnika~ berikan tasmu atau kau tak akan pulang” ucap namja lainnya. Kini yeoja itu terkepung oleh para preman jalanan. Ia hanya diam ketakutan. Namja tadi mengeluarkan sesuatu dari kantongnya, yang tak lain dan tak bukan adalah sebuah pistol.

         “Pistol ini pistol asli. Dan belum ada seorang pun yang mencobanya. Apa kau mau mencobanya manis?” ucap namja itu sambil memainkan pistol dijarinya. Yeoja terancam itu hanya memicing sinis

“Kalau begitu berikan tasmu”
“Shireo!!!” Bentak HyunKi seketika
“Kalau begitu rasakan ini!!” Namja itu menyodorkan pistolnya kearah HyunKi dari jarak kira kira kurang lebih 2 meter.
“Duuaaarrrr........ Teenk!!”

-o-

         “Aiiissshhh.. kenapa tadi aku bisa kalah dalam peperangan? Padahal aku punya taktik jitu, huufffttt.. melelah kan” KyuJong hanya ngedumel(?) dengan sepatunya(?). Langkah kakinya terhenti ketika melihat sesosok yeoja yang dipalak oleh preman-preman brengsek, ia memang tak suka melihat pemandangan seperti itu.

         Ia menengok jam tangannya lagi dan menekan tombol yang ada pada disana. Ia langsung cepat melesat ke tempat kejadian, namun semuanya tak ada yang bergerak hanya dia dan dia seorang. Ia baru menyadari bahwa yeoja itu adalah yeoja yang beberapa hari lalu berkenalan dengannya. Ia memeluknya dan mengulang aktivitasnya menekan tombol jam tangannya dan semua melanjutkan aktivitasnya masing masing.

         “Duaaaaarrrrr..... Teennkk!!” Suara Pistol itu terdengar nyaring ditelinga dan disertai Suara dentingan keras peluru yang terpental. Betapa kagetnya semua orang yang berada disana saat melihat apa yang terjadi. Terlebih lagi HyunKi yang sedari tadi ketakutan. KyuJong melepaskan pelukannya dan menatap dalam matanya. ‘Tenanglah jangan takut’ bisiknya.

“Yak!! Ke.. Kenapa kau bisa tiba tiba berada disini??!!” Saking terkejutnya namja yang menembak tadi sampai terjatuh.

“Ap.. apakah kau siluman??!!” Kedua namja lainnya langsung membantu namja yang terjatuh tadi, dan mereka pun langsung lari terbirit-birit seperti melihat setan.

“Gwenchanayo?” tanya KyuJong yang menyisipkan sisihan rambut yang menutupi wajah HyunKi yang masih shock.

“Nde, Gwenchana” ucapnya datar dengan tatapan kosong.
“Bagaimana bisa?”

“Bagaimana bisa kau berada disini dan tiba tiba saja kau melindungiku?” HyunKi menatap tajam penuh dengan kecurigaan, sedangkan Kyujong hanya menaikan satu sisi alisnya

“Aku ingin pulang dan melihat kau dipalak preman preman itu”

“Keundae, Bagaimana bisa peluru itu tidak menembus tubuhmu?” KyuJong hanya tertawa misterius.

Ia membuka jaketnya, dan ternyata ia memakai pakaian anti peluru.

“Kenapa kau memakai baju ini?” ucap HyunKi yang terkaget.

“Tadi sore aku diajak oleh chinguku untuk perang Paintball di bukit sebrang sungai, dan aku males jika ganti baju aku akan menenteng baju peluru ini” HyunKi hanya mengangguk-anggukkan kepalanya setelah mendengar penjelasan dari Kyujong.

“Gomawoyo, KyuJong-ssi” HyunKi menyunggingkan senyuman manisnya.

“Sebaiknya kau pulang sekarang, keburu larut malam” KyuJong menarik tangkai koper milik HyunKi dan menggeretnya. KyuJong memulai langkahnya duluan.

         “Chakaman, Apa ini?” HyunKi menoleh ke bawah dan mendapati sebuah barang yang berada tidak jauh dari tempat kakinya berpijak. Ia menunduk lalu mengambilnya. Kyu menoleh kearahnya.
         “Loh?! Tadi aku melihatnya seperti sebuah stopwatch tapi kenapa malah jadi sendal jepit?” tanyanya dengan heran.
         “Yak!! Kajja!” teriak Kyujong.

         Mereka berjalan dalam diam hingga sampai diperempatan jalan, tempat dimana sekarang akan berpisah

         “Jeongmal Gomawoyo, Kyujong-ssi” ia menunduk hormat kepada sesosok namja didepannya itu.
         “Hati hati, nde?! Ddo manayo” kyujong melambaikan tangannya dan memulai langkah nya menyebrangi jalan.

         “Kyujong-ssi!!! KyuJong-ssi!!” HyunKi tiba tiba meneriaki nama itu. Kyujong langsung menoleh kearahnya dan memasang wajah panik + kaget. HyunKi tersenyum mistis dengan menggantungkan sebuah stopwatch di tangannya. Namja itu langsung berlari mendatanginya.

         Seketika semuanya berhenti bergerak lagi dan detik pun juga berhenti berdetak, hanya Kyujong dan Hyunki yang tidak mengalaminya. Hyunki terkejut ketika semuanya berhenti bergerak, secepat mungkin Kyujong berlari.

“Mengapa semuanya menjadi berhenti bergerak?” tanyanya spontan
“Kembalikan alat itu kepadaku!!” Kyu memaksa untuk meminta benda itu
“Ini hanya sebuah stopwatch mengapa kau begitu panik?!”
“Darimana kau bisa mendapatkannya?” tanyanya Kyu mengalihkan
“Rantai benda ini terjuntai keluar dari kantong jaketmu, Mianhae jika aku tidak sopan”
“Kembalikan kepadaku!!” Kyu memaksa

“Shireo!! Katakan padaku mengapa kau membawanya benda ini?”
“Bukannya tadi aku sudah bilang bahwa tadi sore aku bermain paintball, dan itu untuk menghitung waktunya”
“Kojitmal!! Malhae dengan jujur, jebal”
“Memangnya ada apa sih?! Sepertinya kamu ingin tahu banget”
“Jujur, aku pernah melihat ini di mimpiku. Dan mimpi itu terus menerus menghantuiku” Kyu hanya terdiam seperti sedang mencerna kata-kata HyunKi barusan.
“Malhae, jebal” HyunKi memasang mata puppy-nya dan memohon kepada Kyu dengan sikap aegyonya.

         “Okay, aku akan ceritakan. Kau lihatkan semuanya berhenti bergerak hanya kita saja yg tidak? Itu karena aku telah menghentikan waktu!! Dan kau memegang stopwatch itu akhirnya kau tidak ikut berhenti bergerak. Jadi, aku bisa melakukan semua aktivitas sesukaku ketika waktu berhenti, kau puas sekarang? Cepat berikan itu kepadaku!” ucap Kyujong yang menjadi dingin

         “Oh, jadi hari itu saat kau diberi tugas numpuk kau hanya santai itu karena kau telah menyelesaikan tugas tugas itu? Kau menghentikan waktu untuk menyingkatkan tugasmu bukan begitu?” KyuJong hanya mengangguk.

         “Oh nde, tadi juga saat kau melihatku dipalak dan kau menghentikan waktu, lalu kau memelukku untuk melindungiku dari peluru itu dan menjalankan waktunya lagi bukan?” Kyujong mengangguk lagi.

         “dan tadi ketika aku berhenti ingin mengambil barang yang ada di bawah yang tadinya kukira stopwatch ini dan tiba tiba berubah menjadi sandal jepit itu karena kau menghentikan waktu untuk menukarnya kan??”

“Yak!! Mengapa kau tahu semuanya??!!!” Bentak kyujong kesal.
“Dan sekarang cepat kembalikan kepadaku!!”
“Mengapa kau menjadi sangat sensitif dengan benda ini?”
“Kembalikan!! CEPAT!!”
“Aku ingin tahu lebih banyak tentangmu! Ceritakanlah lagi”
“Kembalikan!!” HyunKi mengeluarkan benda itu dari kantongnya dan menggenggamnya kuat kuat.
“Akan ku kembalikan tapi ada syaratnya!”
“Apa itu?”
“Antarkan ku sampai di apartemenku dan akan kukembalikan!” Kyujong memutarkan ke2 bola matanya. HyunKi langsung meninggalkan Kyujong sendiri.

“Mau tidak?!” Ia menoleh ke Kyu dan memberikan ‘Smirk’ ke namja yang mulai mengejarnya itu.
“oke, harus darimana aku memulai?” ketegangan kyujong mulai mereda, Ia terlihat santai dan relax sekarang.
“Aku ingin tahu apa saja yang kau bisa”

         “Hmm,, Sebenarnya aku tidak boleh memberi tahukan ini kepada siapa pun, tapi tak apalah aku yakin kau orang yang bisa dipercayakan” Ia menoleh ke yeoja disebelahnya dan tak lupa ia memberikan senyuman manis di sudut bibir.
“Oh ayolah! Aku penasaran mendengarkan dongeng darimu” Yeoja itu nampak semangat disertai penasaran berkepanjangan(?).

         “Saat ku masih kecil aku diberi sebuah benda aneh itu oleh nae harabeoji, Beliau berpesan jangan dipakai setelah kau mempunyai kartu penduduk. Dan saat beberapa tahun lalu aku mendapatkan kartuku aku langsung membuka peti berisikan benda tua itu. Aku mencobanya, mencoba menekan semua tombol yang ada. Karena benda itu bukan stopwatch seperti biasanya. Itu stopwatch yang aneh, stopwatch itu bisa menghentikan waktu, mencepatkan waktu, dan tentu saja menghitung detik. Apa pernah kau merasakan waktu berjalan begitu cepat?” HyunKi mengangguk cepat mencerna kata kata dari Kyujong.

“Aku sengaja untuk mencepatkannya jika aku merasa sangat bosan, aku tidak pernah mempunyai teman akrab”
“Lalu, Bagaimana bisa tadi kau menghentikan waktu padahal stopwatchnya ada padaku?!”
“Apa kau pernah melihat jam tangan seperti ini sebelumnya?” Kyujong menunjukkan jam tangan hitam jadul nan canggihnya itu.
“Wah, jam yang keren! Banyak sekali tombol dan jarum di jam itu!” Hyunki sedikit terpesona dengan jam tangannya.

         “Ini satu paket dengan Stopwatch itu, Jam tangan tua ini tidak akan mati katanya. Jam ini bisa menghentikan waktu juga jika berada di dekat stopwatch itu sekitar jarak 10meter. Jam ini juga ada GPS untuk mencari stopwatch. Jam ini juga bisa memutar waktu lampau kembali ke masa lalu, dan aku bisa pergi ke masa depan”
“Wah! Apa kau pernah pergi ke masa depan?!”
“Hmm,, Aku sedikit malu, Saat itu aku pernah pernah ke masa depan dan akhirnya aku tidak bisa pulang ke waktu ku yang sebenarnya” Ia tersenyum malu.
“Waeyo?”

         “Karena aku mengubah masa depanku, dan akhirnya aku menunggu beberapa minggu di masa itu dan masa itu menjadi waktu ku, kau mengerti? Jadi, aku takut lagi kalo aku pergi ke masa depan” KyuJong menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi *lebay* hingga sampai didepan kamar apartemen milik HyunKi.

         “Jangan beri tahu siapa-siapa tentang ini, kumohon!” KyuJong menatap mata HyunKi dengan penuh arti. HyunKi memasuki kamar dan tak lupa ia memberikan stopwatch milik Kyujong.

-o-

         Beberapa hari telah berlalu dengan cepat, HyunKi telah menikmati libur seminggunya. Cahaya Mentari sudah menembus jendela kaca kamar HyunKi yang kini sedang bergegas menuju kantornya. Di depan gedung apartemennya sudah tersiap satu mobil dan sopir tampan yang selama ini senantiasa menjemputnya meskipun kantornya dekat.

“HyunJoong-ah? Buat apa kau kemari?” tanyanya dengan buru-buru.
“Menjemput tuan Putriku yang terlambat lagi” HyunKi hanya sedikit tertawa dan masuk ke dalam mobil kerennya.
“Kau sudah sarapan?” tanya HyunJoong dengan simpatik.
“Sudah, kau?” HyunJoong hanya mengangguk berkonsentrasi.
“Nanti ku jemput lagi, okay?” tak berapa lama sampai di depan kantor HyunKi, hanya beberapa menit saja. *sudah author bilang kantornya dekat sekali dengan apartemennya, yah kira kira hanya 500 meter jaraknya*

         HyunKi dengan terburu-buru memasuki kantornya. Ia langsung bergegas menuju ruangannya. Ia mengerjakan pekerjaannya dengan teliti. Tapi ia merasa tidak enak dalam hatinya entah itu apa, merasa ada yang hilang entah kemana. Ia nampak resah tak tahu sebabnya.

         Tak sekali ia melirikkan mata ketempat KyuJong bekerja. ‘Apa ia telat?’ tanyanya dalam batin. ‘Ah, kurasa tidak. tidak mungkin ia telat’ batinnya lagi. Ia berdiri dan pergi menuju ruang HRD
“Ku lihat Kim KyuJong dibagian Event Organizer tidak masuk hari ini, apa kau tahu?” tanya nya kepada pegawai HRD yang sedang mengetik komputer mengecek data.

         “Sudah seminggu dari minggu lalu ia tidak masuk tanpa izin” jawabnya. ‘Deegghh’ HyunKi seperti terkena Heart Attack saat mendengarnya. Itu artinya Kyujong tidak masuk setelah ia bertemu dengannya.

                   HyunKi langsung pergi ke meja milik KyuJong. Mengobrak-ngabrik data miliknya. Entah kenapa batinnya menjadi kacau dan panik, ia mempunyai Bad feeling kepada KyuJong. Ia membuka sebuah laci kecil disana. Ia menemukan alamat lengkap rumah KyuJong.

         Ia langsung bergegas ke alamat tersebut. Dan ia mendapati sebuah rumah yang kumuh dan tak terawat + tak berpenghuni. Ia bertanya-tanya dengan semua tetangganya tentang keberadaan namja itu tapi tak seorang pun yang tahu. ‘Andaikan aku punya alat pelacak’ batinnya. Ia berkali kali mengirim pesan dan tak ada sama sekali jawaban.


To be Continue

>>Preview Part2<<
Apa kalian tahu API ? itu lah aku, tetapi aku juga seorang manusia. Tuhan memberikanku sebuah mukjizat yang harus dijaga dengan baik. Aku memanfaatkannya untuk membantu sesama. Memang selama ini tidak ada yang tahu, aku pernah menahan meteorid yang hampir jatuh ke bumi beberapa saat yang lalu. Aku seperti angin, jika tertiup aku akan mati atau bahkan bisa semakin membara”

\(^-^\)(/^-^)/

Aaaaaahhhhh... kelamaan nunggu ya??
Hehe kemaren2 sibuk belajar sih . soal soal  Try Out  sudah menanti saya ditambah lagi habis UTS. Maaf kalo Part yang ini kepanjangan dan Jangan lupa RCL yaww ..
Diusahain  part  selanjutnya  cepet  deh ;)

DONT BE A SILENT READER

Jangan lupa tinggalkan komentar anda ^^~!

Tidak ada komentar: