Fanfiction|The
MoonLight|Part1
The
Moon Light
Part 1 : Stopper
time
Author : Nabila
Khairunnisa a.k.a Fina Khazz
Cast : Kim Hyun Joong
Heo
Young Saeng
Kim Kyu Jong
Park Jung Min
Kim Hyung Jun
Jung Hyun Ki
Genre : Fantasy,
Thriller, Romance, Drama, Friendship
Warning Cerita ini hanyalah Fantasi dan
imajinasi dari author, dan cerita ini hanyalah milik author. Peringatan keras, NO
Plagiator dan typo dimana mana
Baca dulu Prolognya biar nyambung & mudeng
sama ceritanya.. Okay? ;)
Part 1 >> ‘The Stopper Time’
Di sini sangat terang, benar benar
terang, aku mengedarkan pandanganku. Disini tempat yang aneh. Aku melihat ada
api dimana mana. Aku melihat malaikat yang berterbangan tapi ada satu malaikat
yang tidak terbang karena sayapnya telah dicabut. Aku juga melihat banyak darah
disepatu kulit putihku. Aku bertemu dengan Demia tapi matanya sangat aneh.
Aku juga bertemu dengan seorang pria
yang membawa sesuatu, ia memakai jam tangan dan membawa stopwatch. Ditempat ini
juga banyak sekali makhluk aneh berwarna merah mempunyai tanduk, seperti tanduk
kerbau, mereka juga mempunyai ekor seperti ekor naga. Menakutkan. Disini sangat
menakutkan.
Eomma Appa aku sangat takut. Eomma Appa
kenapa kalian pergi? Aku takut disini eomma. Aku berlari menjauhi semua yang
ada. Aku menabrak seseorang dan terjatuh. Kakek? Aku memeluknya. Aku menangis.
Semuanya menjadi hancur lebur ketika ku sudah “In Memoriam”.
Napas HyunKi sangat terengah-engah
ketika ia membuka matanya setelah tidur semalaman. Ia sangat berkeringat dengan
napas setengah–setengah seperti orang yang baru lari mengelilingi namsan tower
sebanyak 5x *abaikan. Ia mengalami mimpi buruk itu lagi. Mimpi itu selalu
muncul disetiap ia tidur.
Kini HyunKi telah Dewasa, ia sering
sekali mengalami yang namanya ‘Deja Vu’, makanya ia suka takut kalau mimpi yang
seperti itu, apalagi kalau mimpinya seperti terjadi dan menjadi kenyataan.
Ia juga sering sekali menanyakan mimpi
buruknya itu kepada kakek tapi sang kakek tetap saja mengatakan ‘Tenang saja
HyunKi-ah, itu hanya mimpi’ tapi walau bagaimana pun itu ia masih perlu was was
dengan semua mimpi mimpi aneh nya. Sekarang ia tidak bisa membedakan yang mana
mimpi buruk dan yang mana mimpi indah.
Ia menengok ke arah jam digital
disamping kasurnya. Ia membuka selimutnya dan langsung bergegas ke kamar mandi.
Kali ini ia telat lagi untuk pergi ke hotel tempat ia bekerja. Walau pun
kantornya hanya beberapa kaki saja dari apartemennya tapi tetap saja ia sering
terlambat. Memang kebiasaan yang sangat buruk.
Ia berjalan cepat melewati beberapa
pejalan kaki. Berulang kali pun ia meminta maaf kepada orang orang yang ia
tabrak karena ia sangat terburu buru sekarang. Sampai dikantor nanti pasti akan
dikasih tugas yang bertumpuk-tumpuk, batinnya dalam hati.
Ia memikirkan lagi mimpi mimpi buruknya
itu. Mimpi buruk yang menghantuinya bertahun tahun. Ia sangat sedih ketika
bayangan saat orang tuanya dibunuh oleh seekor makhluk yang mengerikan didepan
matanya. Bayangan itu selalu terngiang dibenak fikirannya. Sungguh gadis yang
malang. Ia tinggal sebatang kara dikota itu. Setiap hari libur ia pasti pergi
ke kuil untuk menemui kakek guru kesayangannya.
“Tiiiiiiiiiiiinnnnnnn.........” Suara
klakson yang tiba tiba membuyarkan bayang bayang buruk di fikirannya. Tinggal
beberapa senti saja bemper mobil itu mengenai dirinya. Tetapi sang pengemudi
dari mobil itu sudah menekan pedal rem dengan sangat kuat. Sang pengemudi pun
menunjukkan siapa dirinya.
“HyunJoong-ah?!” Ia spontan memanggil
pria yang keluar dari mobil. Dia telah mengenal lebih siapa pria itu. Siapa
lagi kalau bukan Kim HyunJoong, namjachingu nya.. *ahay Hyun couple*
“Sudah
sarapan?” Tanya HyunJoong yang mempunyai makna tersirat.
“Aku
sudah terlambat, sangat terlambat. Jadi kumohon nanti siang aja okey?”
“Oh,
Ayolah! Yasudah. Keundae, biarkan aku mengantarmu sampai ke kantor. Aku harus
memastikanmu sampai ke kantor dengan selamat” HyunKi pun memasuki mobil mewah
HyunJoong.
“Waeyo?”
tanya HyunJoong saat menoleh ke wajah HyunKi yang kusut.
“Huufftt..
Aku terlambat sudah lebih sejam, pasti aku akan disuruh untuk mengerjakan tugas
yang bertumpuk tumpuk”
“Tidak
akan, tenang saja!” HyunKi menatapnya heran
HyunJoong memang selalu seperti itu. Ia
selalu memperhatikan HyunKi kemana pun kekasihnya pergi dan HyunJoong harus
memastikan bahwa HyunKi dalam keadaan aman aman saja.
“Jung
HyunKi, kenapa kau bisa terlambat lagi?” Tanya Manager Direktur Lee.
“Jeosonghamnida.
Aku bangun terlalu siang akhir akhir ini” HyunKi menunduk hormat kepadanya.
“Lalu,
Siapa dia?” MD lee menunjuk ke arah HyunJoong. HyunJoong langsung menjabat
tangan Manager Direktur itu.
“Joneun
Kim HyunJoong imnida” Ia memberikan senyuman misterius dan menatapnya dalam
dalam.
“Oh
nde, Sekarang kau harus kerjakan tugas mu yang ada diatas meja kerja mu” HyunKi
pun langsung pergi ke ruang kerjanya. Dan HyunJoong pun langsung pergi
meninggalkannya.
Setengah
jam telah berlalu. HyunKi sudah menyelesaikan semua pekerjaannya, pekerjaan
yang tidak terlalu banyak seperti biasanya. Ia bergegas mengumpulkan pekerjaan
yang sudah diselesaikannya itu kepada Manager EO (Event Organizer).
Langkahnya terhenti ketika melihat
teman satu ruangan kerjanya diomelin oleh atasannya. Pria paruh baya itu terus
menerus mengomeli pria muda dan tampan yang tengah duduk santai seperti tidak
mendengarkan apa apa.
Pria tua itu memberikan tumpukan berkas
berkas yang harus dikerjakan oleh pria muda itu. Tumpukan berkas menjulang
tinggi hingga melewati batas kepala pria tua itu dan ia taruh di meja.
“Lihat sekarang jam berapa?! Sekarang
sudah jam 12 tepat, jadi kau ku beri waktu hingga jam 3 maka kau harus
menyelesaikan pekerjaan ini hingga selesai. TUNTAS!!!” Pria itu membanting seberkas kertas.
HyunKi melanjutkan langkahnya menuju
ruangan Manager EO. Hyunki memang selalu mendapatkan pujian karena prestasinya.
Hingga beberapa teman kantornya sering iri dengannya.
Ia kembali keruangannya. Tapi ia
sedikit terlihat heran dengan pria yang diomelin tadi. Pria itu nampak santai
dengan pekerjaannya yang bertumpuk-tumpuk itu. Ia hanya menggeser tumpukan itu
dan menaruh kakinya diatas meja dengan santai. Hey, sopan sekali dia, batin
HyunKi. HyunKi menyamperinya
“Jeosonghanda, tadi aku melihatmu
diomeli oleh atasanmu. Lalu kau diberikan setumpuk pekerjaan itu. Tapi kenapa
kau menyia-nyiakan waktumu padahal waktumu hanyalah sedikit” Pria itu
menurunkan kakinya dan menatap mata HyunKi lekat lekat.
“Jadi, kau ini mata mataku?”
“Ah Aniya!! Aku hanya gak sengaja
memperhatikanmu. Aku belum pernah mengenalmu sebelumnya”
“Nde, aku baru saja dipindah ke ruangan
ini beberapa bulan yg lalu. Oh ya, bagaimana kalau kita makan siang? Aku sudah
sangat lapar?”
“Kau
mempunyai pekerjaan yang banyak tuan”
“Yak!
Kenapa kau sangat perhatian kepadaku?”
“Ani,
jangan buang buang waktumu” HyunKi pun pergi meninggalkannya. Pria itu hanya
tersenyum saja.
Tak terasa jam kerja sudah berakhir.
Kini, waktunya semua pegawai untuk pulang ke rumahnya masing masing. Pria
tampan tadi menghampiri HyunKi.
“Joneun
Kim KyuJong Imnida” ia menjulurkan tangannya kehadapan HyunKi.
“Jung
HyunKi imnida” jawabnya sinis
“Mau
ku antar?” tanya KyuJong.
“Ani, Kamsahamnida, sayangnya aku telah
dijemput” Mobil mewah HyunJoong pun berhenti dihadapan mereka. Kyujong hanya
tercengang melihat menolakan yang secara langsung itu.
-o-
Hari
libur pun tiba. Kini HyunKi sedang di dalam perjalanan menuju kuil yang telah lama
ia tinggal.
“Kakek,
dimana kau? Aku pulang!” Teiak HyunKi ketika sampai dikuil tempat kakek yang
sudah dianggap seperti kakeknya sendiri itu berada.
“Kakek?”
Ia mencari kakeknya dari sudut ke sudut. Ia terkaget ketika melihat kakeknya
sedang diam dengan duduk melayang diatas tiang. Biksu tua itu pun membuka
matanya dan turun dari atas tiang.
“Ba..Ba...Bagaimana
bisa?” Tanyanya yang gelagepan(?) sang kakek pun hanya tertawa saja.
“Apakau
merasakan sesuatu yang aneh terjadi padamu akhir akhir ini?”
“Mungkin,
beberapa hari yang lalu aku melihat pria yang aneh”
“Apa
dia teman sekantormu?”
“Bagaimana
Kakek tau? Oh nde, kakek kan sang paranormal” HyunKi menatapnya bosan.
“Lalu,
kenapa kau menjauhinya? Apa karena kau sudah mempunyai namja?”
“Aniya, Dia orang yang terlalu
menyianyiakan waktu dengan sikap yang terlalu santainya, memang nya kenapa
Harabeoji menanyakannya seperti itu? Ada apa dengan keanehannya? Apa Harabeoji
tahu?” Bukannya menjawab kakek itu malah tertawa dan pergi.
“Kemarilah”
HyunKi pun datang ke tempat kakek berdiam.
“Berdirilah
disana” Kakek menunjuk ke sebuah lubang sumur.
“Masuk
ke lubang ini?” Kakek hanya menggelengkan kepala.
“Berdirilah
dipinggir lubang itu beberapa senti” HyunKi langsung mematuhi perintah kakek
itu.
Tiba
tiba sebuah tembok datang dengan kecepatan tinggi seperti ingin menjatuhkan
HyunKi ke dalam lubang itu. Ia menahannya dengan ke2 tangannya.
“Berpikirlah untuk bisa menahan tembok
itu. Fokus kan pikiran mu. Tatap tembok itu. Kau pasti bisa, jangan sampai kau
terjatuh ke lubang sumur itu” Hyunki mematuhi semua omongan dari kakeknya. Ia
menatap tajam tembok itu, berkonsentrasi, fokus dan fokus.
Tak
lama tembok itu perlahan mundur dan HyunKi pun juga perlahan melangkah maju
seperti mempunyai tenaga ekstra untuk mendorong tembok itu.
“Bagus,
Pelajaran pertama sudah selesai” Kakek berjalan mendatangi HyunKi yang napasnya
terengah-engah. Kakek menepuk pundak HyunKi.
“Banyaklah
berkonsentrasi & fokus kepada semua yang terjadi” Kakek itu hanya
tersenyum, HyunKi menatapnya heran.
“Kau
mempunyai kekuatan fikiran, Semua yang kau fikirkan jika kau fokus dan
berkonsentrasi akan terjadi. Pelajaran ke2, kita gunakan apel ini”
“Berpikirlah,
fokus dan konsentrasikan untuk apel ini”
HyunKi menghela napas dan mulai menatap
serius kepada apel itu. Iris matanya yang tadinya besar dan hitam mengecil
seketika. Ia tak pernah seserius seperti ini sebelumnya. Lihat apa yang
terjadi, perlahan lahan apel itu seperti ada yang memotongnya dengan pisau.
“Srekk..
Sreeekk..” suara apel yg terbelah itu sekarang telah menjadi dua. Sungguh
sangat menakjubkan.
“Whooaahh!!”
HyunKi mengambil ke2 irisan apel itu.
“Apa
yang bisa kulakukan lagi selain ini??!!”
“Hohoho, kau nampaknya sangat semangat
sekali. Kurasa pelajaran untuk hari ini telah selesai” Kakek guru itu pun
langsung pergi meninggalkannya dan tak lupa mengambil satu irisan apel dari
tangan HyunKi.
-o-
Hari ini waktu berjalan sangat cepat
sekali. Seperti ada yang sengaja untuk
mencepatkannya. Kim Kyujong, si pemuda tampan itu terus mondar-mandir keluar-masuk
ke seluruh ruangan yang berada di rumahnya. Ia terlihat sangat bosan dan
mencari suatu pekerjaan untuk membuatnya tidak bosan. Tapi tetap saja ia tidak
menemukannya.
Dilihatnya jam dinding yang menunjukkan
waktu pukul 03.00 PM.‘Show me your eyes and give you my heart’ begitulah
suara nada dering handphonenya yang berbunyi. Ia langsung cepat cepat mengambilnya
“Yeobosseo?”
“....”
“Yak!
Kau lagi! Sudah ku bilang aku tidak mau!”
“....”
“Sekarang?
Hey, sekarang itu sudah sore”
“....”
“Shireo,
aku sangat malas”
“...”
“Okay”
Ia menutup telponnya dan langsung
bergegas menuju ke suatu tempat. Ia berjalan dengan cepat, sangat buru buru. Ia
melihat jam tanganya dan menekan satu tombol yang ada disana. Semuanya terlihat
berhenti, tidak ada satu pun yang bergerak selain dia. Ada apa dengan dunia?
Mengapa semuanya tidak bergerak?. Kyujong hanya menyunggingkan sudut kiri
bibirnya saja, sepertinya ia tahu apa yang terjadi. Sekarang ia terlihat lebih
santai dan menurunkan kecepatan melangkahnya.
Ia melihat ke jam taman yang berada di
seberang jalan yang menunjukkan pukul 03:05:45 PM. Tunggu, lihatlah jarum yang
menunjukkan detik di jam taman itu, jarumnya sama sekali tidak bergerak. Semua
yang berada disekitarnya juga tidak ada yang bergerak selain dia. Ada yang
telah menghentikan waktu dan membuat semuanya tidak bergerak
-o-
“Hati-hati
dijalan, nde”
“Nde
Gomapseumnida, Agasshi” Ia menunduk hormat kepada Pria paruh baya dan keluar
dari Bus itu.
Dengan sinar lampu 5 watt yang
meremang-remang disepanjang jalan dan disertai pula hembusan angin kesunyian
malam, HyunKi tetap melangkahkan kakinya cepat untuk segera sampai di
apartemennya.
Suara gesekan roda kopernya yang
terdengar keras membuat sekumpulan anak brandal disebrang sana menoleh
kearahnya. Untungnya ia tidak memakai busana yang menampilkan bahwa ia seorang
yeoja.
“Wey,
Rokok!” Seorang namja mendatanginya, HyunKi hanya mengacuhkannya dan
melanjutkan perjalanannya.
“Berikan
aku rokok!!!” Namja mabuk itu tetap menghalangi jalannya.
“Mi..
mi.. Mianhaeyo aku tidak merokok” suara hyunki terdengar berat seperti
dibuat-buat.
“Mwoya?? Cowo macam apa kau!!!” Namja
mabuk itu mendengak(?)an dagunya dan membuat topinya terjatuh. Namja itu
tersenyum mistis. Tak lama 2 namja lain semacamnya menghampiri.
“Hohoho.. Yepeunnika~ berikan tasmu
atau kau tak akan pulang” ucap namja lainnya. Kini yeoja itu terkepung oleh para
preman jalanan. Ia hanya diam ketakutan. Namja tadi mengeluarkan sesuatu dari
kantongnya, yang tak lain dan tak bukan adalah sebuah pistol.
“Pistol ini pistol asli. Dan belum ada
seorang pun yang mencobanya. Apa kau mau mencobanya manis?” ucap namja itu
sambil memainkan pistol dijarinya. Yeoja terancam itu hanya memicing sinis
“Kalau
begitu berikan tasmu”
“Shireo!!!”
Bentak HyunKi seketika
“Kalau
begitu rasakan ini!!” Namja itu menyodorkan pistolnya kearah HyunKi dari jarak
kira kira kurang lebih 2 meter.
“Duuaaarrrr........
Teenk!!”
-o-
“Aiiissshhh.. kenapa tadi aku bisa
kalah dalam peperangan? Padahal aku punya taktik jitu, huufffttt.. melelah kan”
KyuJong hanya ngedumel(?) dengan sepatunya(?). Langkah kakinya terhenti ketika
melihat sesosok yeoja yang dipalak oleh preman-preman brengsek, ia memang tak
suka melihat pemandangan seperti itu.
Ia menengok jam tangannya lagi dan
menekan tombol yang ada pada disana. Ia langsung cepat melesat ke tempat
kejadian, namun semuanya tak ada yang bergerak hanya dia dan dia seorang. Ia
baru menyadari bahwa yeoja itu adalah yeoja yang beberapa hari lalu berkenalan
dengannya. Ia memeluknya dan mengulang aktivitasnya menekan tombol jam
tangannya dan semua melanjutkan aktivitasnya masing masing.
“Duaaaaarrrrr..... Teennkk!!” Suara
Pistol itu terdengar nyaring ditelinga dan disertai Suara dentingan keras
peluru yang terpental. Betapa kagetnya semua orang yang berada disana saat
melihat apa yang terjadi. Terlebih lagi HyunKi yang sedari tadi ketakutan.
KyuJong melepaskan pelukannya dan menatap dalam matanya. ‘Tenanglah jangan
takut’ bisiknya.
“Yak!!
Ke.. Kenapa kau bisa tiba tiba berada disini??!!” Saking terkejutnya namja yang
menembak tadi sampai terjatuh.
“Ap..
apakah kau siluman??!!” Kedua namja lainnya langsung membantu namja yang
terjatuh tadi, dan mereka pun langsung lari terbirit-birit seperti melihat
setan.
“Gwenchanayo?”
tanya KyuJong yang menyisipkan sisihan rambut yang menutupi wajah HyunKi yang
masih shock.
“Nde,
Gwenchana” ucapnya datar dengan tatapan kosong.
“Bagaimana
bisa?”
“Bagaimana
bisa kau berada disini dan tiba tiba saja kau melindungiku?” HyunKi menatap
tajam penuh dengan kecurigaan, sedangkan Kyujong hanya menaikan satu sisi
alisnya
“Aku
ingin pulang dan melihat kau dipalak preman preman itu”
“Keundae,
Bagaimana bisa peluru itu tidak menembus tubuhmu?” KyuJong hanya tertawa
misterius.
Ia membuka jaketnya, dan ternyata ia memakai pakaian anti peluru.
“Kenapa
kau memakai baju ini?” ucap HyunKi yang terkaget.
“Tadi
sore aku diajak oleh chinguku untuk perang Paintball di bukit sebrang sungai,
dan aku males jika ganti baju aku akan menenteng baju peluru ini” HyunKi hanya
mengangguk-anggukkan kepalanya setelah mendengar penjelasan dari Kyujong.
“Gomawoyo,
KyuJong-ssi” HyunKi menyunggingkan senyuman manisnya.
“Sebaiknya
kau pulang sekarang, keburu larut malam” KyuJong menarik tangkai koper milik
HyunKi dan menggeretnya. KyuJong memulai langkahnya duluan.
“Chakaman, Apa ini?” HyunKi menoleh ke
bawah dan mendapati sebuah barang yang berada tidak jauh dari tempat kakinya
berpijak. Ia menunduk lalu mengambilnya. Kyu menoleh kearahnya.
“Loh?! Tadi aku melihatnya seperti
sebuah stopwatch tapi kenapa malah jadi sendal jepit?” tanyanya dengan heran.
“Yak!! Kajja!” teriak Kyujong.
Mereka berjalan dalam diam hingga
sampai diperempatan jalan, tempat dimana sekarang akan berpisah
“Jeongmal Gomawoyo, Kyujong-ssi” ia menunduk
hormat kepada sesosok namja didepannya itu.
“Hati hati, nde?! Ddo manayo” kyujong
melambaikan tangannya dan memulai langkah nya menyebrangi jalan.
“Kyujong-ssi!!! KyuJong-ssi!!” HyunKi
tiba tiba meneriaki nama itu. Kyujong langsung menoleh kearahnya dan memasang
wajah panik + kaget. HyunKi tersenyum mistis dengan menggantungkan sebuah
stopwatch di tangannya. Namja itu langsung berlari mendatanginya.
Seketika semuanya berhenti bergerak
lagi dan detik pun juga berhenti berdetak, hanya Kyujong dan Hyunki yang tidak
mengalaminya. Hyunki terkejut ketika semuanya berhenti bergerak, secepat
mungkin Kyujong berlari.
“Mengapa
semuanya menjadi berhenti bergerak?” tanyanya spontan
“Kembalikan
alat itu kepadaku!!” Kyu memaksa untuk meminta benda itu
“Ini
hanya sebuah stopwatch mengapa kau begitu panik?!”
“Darimana
kau bisa mendapatkannya?” tanyanya Kyu mengalihkan
“Rantai
benda ini terjuntai keluar dari kantong jaketmu, Mianhae jika aku tidak sopan”
“Kembalikan
kepadaku!!” Kyu memaksa
“Shireo!!
Katakan padaku mengapa kau membawanya benda ini?”
“Bukannya
tadi aku sudah bilang bahwa tadi sore aku bermain paintball, dan itu untuk
menghitung waktunya”
“Kojitmal!!
Malhae dengan jujur, jebal”
“Memangnya
ada apa sih?! Sepertinya kamu ingin tahu banget”
“Jujur,
aku pernah melihat ini di mimpiku. Dan mimpi itu terus menerus menghantuiku”
Kyu hanya terdiam seperti sedang mencerna kata-kata HyunKi barusan.
“Malhae,
jebal” HyunKi memasang mata puppy-nya dan memohon kepada Kyu dengan sikap
aegyonya.
“Okay, aku akan ceritakan. Kau lihatkan
semuanya berhenti bergerak hanya kita saja yg tidak? Itu karena aku telah
menghentikan waktu!! Dan kau memegang stopwatch itu akhirnya kau tidak ikut
berhenti bergerak. Jadi, aku bisa melakukan semua aktivitas sesukaku ketika
waktu berhenti, kau puas sekarang? Cepat berikan itu kepadaku!” ucap Kyujong
yang menjadi dingin
“Oh, jadi hari itu saat kau diberi
tugas numpuk kau hanya santai itu karena kau telah menyelesaikan tugas tugas
itu? Kau menghentikan waktu untuk menyingkatkan tugasmu bukan begitu?” KyuJong
hanya mengangguk.
“Oh nde, tadi juga saat kau melihatku
dipalak dan kau menghentikan waktu, lalu kau memelukku untuk melindungiku dari
peluru itu dan menjalankan waktunya lagi bukan?” Kyujong mengangguk lagi.
“dan tadi ketika aku berhenti ingin
mengambil barang yang ada di bawah yang tadinya kukira stopwatch ini dan tiba
tiba berubah menjadi sandal jepit itu karena kau menghentikan waktu untuk
menukarnya kan??”
“Yak!!
Mengapa kau tahu semuanya??!!!” Bentak kyujong kesal.
“Dan
sekarang cepat kembalikan kepadaku!!”
“Mengapa
kau menjadi sangat sensitif dengan benda ini?”
“Kembalikan!!
CEPAT!!”
“Aku
ingin tahu lebih banyak tentangmu! Ceritakanlah lagi”
“Kembalikan!!”
HyunKi mengeluarkan benda itu dari kantongnya dan menggenggamnya kuat kuat.
“Akan
ku kembalikan tapi ada syaratnya!”
“Apa
itu?”
“Antarkan
ku sampai di apartemenku dan akan kukembalikan!” Kyujong memutarkan ke2 bola
matanya. HyunKi langsung meninggalkan Kyujong sendiri.
“Mau
tidak?!” Ia menoleh ke Kyu dan memberikan ‘Smirk’ ke namja yang mulai
mengejarnya itu.
“oke,
harus darimana aku memulai?” ketegangan kyujong mulai mereda, Ia terlihat
santai dan relax sekarang.
“Aku
ingin tahu apa saja yang kau bisa”
“Hmm,, Sebenarnya aku tidak boleh
memberi tahukan ini kepada siapa pun, tapi tak apalah aku yakin kau orang yang
bisa dipercayakan” Ia menoleh ke yeoja disebelahnya dan tak lupa ia memberikan
senyuman manis di sudut bibir.
“Oh
ayolah! Aku penasaran mendengarkan dongeng darimu” Yeoja itu nampak semangat
disertai penasaran berkepanjangan(?).
“Saat ku masih kecil aku diberi sebuah
benda aneh itu oleh nae harabeoji, Beliau berpesan jangan dipakai setelah kau
mempunyai kartu penduduk. Dan saat beberapa tahun lalu aku mendapatkan kartuku
aku langsung membuka peti berisikan benda tua itu. Aku mencobanya, mencoba
menekan semua tombol yang ada. Karena benda itu bukan stopwatch seperti
biasanya. Itu stopwatch yang aneh, stopwatch itu bisa menghentikan waktu,
mencepatkan waktu, dan tentu saja menghitung detik. Apa pernah kau merasakan
waktu berjalan begitu cepat?” HyunKi mengangguk cepat mencerna kata kata dari
Kyujong.
“Aku
sengaja untuk mencepatkannya jika aku merasa sangat bosan, aku tidak pernah
mempunyai teman akrab”
“Lalu,
Bagaimana bisa tadi kau menghentikan waktu padahal stopwatchnya ada padaku?!”
“Apa
kau pernah melihat jam tangan seperti ini sebelumnya?” Kyujong menunjukkan jam
tangan hitam jadul nan canggihnya itu.
“Wah,
jam yang keren! Banyak sekali tombol dan jarum di jam itu!” Hyunki sedikit
terpesona dengan jam tangannya.
“Ini satu paket dengan Stopwatch itu,
Jam tangan tua ini tidak akan mati katanya. Jam ini bisa menghentikan waktu
juga jika berada di dekat stopwatch itu sekitar jarak 10meter. Jam ini juga ada
GPS untuk mencari stopwatch. Jam ini juga bisa memutar waktu lampau kembali ke
masa lalu, dan aku bisa pergi ke masa depan”
“Wah!
Apa kau pernah pergi ke masa depan?!”
“Hmm,,
Aku sedikit malu, Saat itu aku pernah pernah ke masa depan dan akhirnya aku
tidak bisa pulang ke waktu ku yang sebenarnya” Ia tersenyum malu.
“Waeyo?”
“Karena aku mengubah masa depanku, dan
akhirnya aku menunggu beberapa minggu di masa itu dan masa itu menjadi waktu
ku, kau mengerti? Jadi, aku takut lagi kalo aku pergi ke masa depan” KyuJong
menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi *lebay* hingga sampai didepan kamar
apartemen milik HyunKi.
“Jangan beri tahu siapa-siapa tentang
ini, kumohon!” KyuJong menatap mata HyunKi dengan penuh arti. HyunKi memasuki
kamar dan tak lupa ia memberikan stopwatch milik Kyujong.
-o-
Beberapa hari telah berlalu dengan
cepat, HyunKi telah menikmati libur seminggunya. Cahaya Mentari sudah menembus
jendela kaca kamar HyunKi yang kini sedang bergegas menuju kantornya. Di depan
gedung apartemennya sudah tersiap satu mobil dan sopir tampan yang selama ini
senantiasa menjemputnya meskipun kantornya dekat.
“HyunJoong-ah?
Buat apa kau kemari?” tanyanya dengan buru-buru.
“Menjemput
tuan Putriku yang terlambat lagi” HyunKi hanya sedikit tertawa dan masuk ke
dalam mobil kerennya.
“Kau
sudah sarapan?” tanya HyunJoong dengan simpatik.
“Sudah,
kau?” HyunJoong hanya mengangguk berkonsentrasi.
“Nanti
ku jemput lagi, okay?” tak berapa lama sampai di depan kantor HyunKi, hanya
beberapa menit saja. *sudah author bilang
kantornya dekat sekali dengan apartemennya, yah kira kira hanya 500 meter
jaraknya*
HyunKi dengan terburu-buru memasuki
kantornya. Ia langsung bergegas menuju ruangannya. Ia mengerjakan pekerjaannya
dengan teliti. Tapi ia merasa tidak enak dalam hatinya entah itu apa, merasa
ada yang hilang entah kemana. Ia nampak resah tak tahu sebabnya.
Tak sekali ia melirikkan mata ketempat
KyuJong bekerja. ‘Apa ia telat?’ tanyanya dalam batin. ‘Ah, kurasa tidak. tidak
mungkin ia telat’ batinnya lagi. Ia berdiri dan pergi menuju ruang HRD
“Ku
lihat Kim KyuJong dibagian Event Organizer tidak masuk hari ini, apa kau tahu?”
tanya nya kepada pegawai HRD yang sedang mengetik komputer mengecek data.
“Sudah seminggu dari minggu lalu ia
tidak masuk tanpa izin” jawabnya. ‘Deegghh’ HyunKi seperti terkena Heart Attack
saat mendengarnya. Itu artinya Kyujong tidak masuk setelah ia bertemu
dengannya.
HyunKi langsung pergi ke meja
milik KyuJong. Mengobrak-ngabrik data miliknya. Entah kenapa batinnya menjadi
kacau dan panik, ia mempunyai Bad feeling kepada KyuJong. Ia membuka sebuah
laci kecil disana. Ia menemukan alamat lengkap rumah KyuJong.
Ia langsung bergegas ke alamat
tersebut. Dan ia mendapati sebuah rumah yang kumuh dan tak terawat + tak
berpenghuni. Ia bertanya-tanya dengan semua tetangganya tentang keberadaan namja
itu tapi tak seorang pun yang tahu. ‘Andaikan aku punya alat pelacak’ batinnya.
Ia berkali kali mengirim pesan dan tak ada sama sekali jawaban.
To be Continue
>>Preview Part2<<
“Apa
kalian tahu API ? itu lah aku, tetapi aku juga seorang manusia. Tuhan memberikanku
sebuah mukjizat yang harus dijaga dengan baik. Aku memanfaatkannya untuk membantu
sesama. Memang selama ini tidak ada yang tahu, aku pernah menahan meteorid yang
hampir jatuh ke bumi beberapa saat yang lalu. Aku seperti angin, jika tertiup
aku akan mati atau bahkan bisa semakin membara”
\(^-^\)(/^-^)/
Aaaaaahhhhh... kelamaan nunggu ya??
Hehe kemaren2 sibuk belajar sih . soal
soal Try Out sudah menanti saya ditambah lagi habis UTS.
Maaf kalo Part yang ini kepanjangan dan Jangan lupa RCL yaww ..
Diusahain part
selanjutnya cepet deh ;)
DONT
BE A SILENT READER
Jangan lupa tinggalkan komentar anda
^^~!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar