widgeo.net

Senin, 03 Februari 2014

The Moon Light



The Moon Light



Author             :   Nabila Khairunnisa  a.k.a  Fina Khazz

Cast                  :Kim Hyun Joong
                            Heo Young Saeng
                             Kim Kyu Jong
                             Park Jung Min
                             Kim Hyung Jun
                             Jung Hyun Ki

Genre               :   Fantasy, Thriller, Romance, Drama, Friendship

Warning               Cerita ini hanyalah milik author. NO Plagiator


Prolog

“Tuuuutttt...” suara Sambungan telepon yang sedang menunggu diangkat.

“Oh, Ayolah” pemudi itu terlihat sangat panik. Ia mencoba kembali panggilannya dan berharap seseorang disana mangangkat telponnya.

“Yeobosseo?”

“.....”

“Bisakah kau pulang sekarang?”

“.....”

 “Ini hal yang penting, jadi pulanglah segera”

“.....”

“Dia Kejang kejang lagi, bagaimana ini?”

“.....”

“Oke, ku tunggu, cepatlah!”

Pemudi itu mondar-mandir keluar-masuk ke sebuah kamar. Ia sungguh terlihat panik. Tak lama seorang pemuda datang dengan tergesah-gesah menelusuri semua pintu ke pintu di dalam rumahnya itu hingga ia mendapati seorang pemudi yang sedang menangis melihat keadaan seorang gadis cilik yang terbaring lemah dihadapannya. Tanpa basa basi pemuda itu langsung mengangkat tubuh mungil gadis cilik tersebut ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit.
           
Beberapa perawat membawakan obat-obatan dan beberapa alat suntik ke sebuah ruangan. Terlihat juga kedua pemuda-pemudi tadi yang sedang duduk menunggu di depan ruangan itu berjam-jam tanpa berbicara sedikit pun diantara keduanya.
            
“Greekk....” Suara pintu ruangan itu pun terbuka perlahan. Terlihat seorang Dokter yang muncul dari balik pintu dengan raut paut yang begitu menyerah.

 “Bagaimana keadaannya dok?”pemuda itu spontan langsung berdiri.

“Hmmmm...” Dokter itu menghela napas panjang.

“Maaf SeoJun-ssi, kami telah berusaha sekeras mungkin. Tapi tetap saja kami tidak menemukan penyakit yang diderita anak anda”

“Lalu bagaimana ini? Kenapa ia bisa seperti tadi?”

“hmmm.. Ia hanya mempunyai tekanan darah yang rendah, dan denyut jantungnya sangat lemah. Kami sudah menyuntik beberapa obat kedalam tubuhnya”

“Lalu kami harus apa dok?”

“Tapi menurut sayaaa.. hmmm.. ini hanya kemungkinan saya saja ya?!” ke2 pemuda-pemudi itu hanya mengangguk.

“Ia seperti itu kemungkinan dikarenakan gangguan, karena saya melihat matanya yang melotot terus menerus lalu ia sangat terkejut dan karena tekanan darahnya yg lemah ia pun mengalami kejang kejang hingga suhu badannya panas seperti itu”

“Gangguan?”

“Nde, Gangguan dari makhluk halus” kata dokter yang membuat bulu kuduk merinding.


-o-

            Gadis cilik berambut pirang itu berjalan ke arah seorang kakek dengan tampang bosan. Sangat bosan.

“Kakek, Kapan aku memiliki teman? Aku bosan!” cetus bocah cilik berambut pirang itu yang mengganggu kakeknya yang sedang menyalakan lilin kecil.

“Teman? Oh.. jadi kau merasa bosan?” tanya kakek tersebut yang mendapat respon anggukan kepala dari bocah itu.

“hohoho... aku bisa menjadi temanmu”

“Aniya, kau terlalu tua untuk diajak bermain. Aku inginteman yang sepantaranku!” rengek gadis itu sambil menarik baju kakeknya.

“Oke, tenanglah. Aku akan mencarinya untukmu”

“Geurae???” mata gadis itu berbinar sementara sang kakek hanya mengangguk dan sedikit berpikir.

‘teman ya?’ batin kakek itu. Sang kakek itu pun memegang pundak gadis itu dan berjongkok di depannya. Ia melepaskan sedikit senyumannya.

“Kurasa aku akan menemukannya sebentar lagi” kekek itu terlihat sangat yakin.

“Geurae?? .. whoaahh... !!” gadis itu terlihat gembira.

“Kakek, kapan kita jalan-jalan lagi? Kapan kita pergi dari hutan ini?” kakek itu hanya memberikan sedikit senyumannya.

“ini adalah tempatmu. Dan disinilah kau berada, jadi nikmatilah apa yang ada sekarang, okey?!”

“Tapi keekk...” gadis itu tambah merengek

“Sssstt.. diamlah . kembalilah ke aktivitasmu. Kau ini anak yang pintar!!” kakekmengelus pelan kapala gadis manis itu.

-o-

 4 hari telah berlalu

Pemuda & pemudi yang ternyata Appa dan Eomma dari anaknya itu terlihat sedang merundingkan suatu hal

“Bagaimana ini?” pemuda itu sedang berpikir keras

“kurasa kita harus membawanyake paranormal” pemuda itu mulai angkat bicara.

“Apa kau bilang? Kau ini sudah gila?!!!!” pekik pemudi itu.

“Tapi hanya itu yang bisa kita lakukan. Apa kau mau melihat anakmu sendiri terus menerus seperti itu?” bentak pemuda itu. Dan tak lama terlihat benih air mata keluar dari sudut mata pemudi yang notabenenya seorang ibu bagi gadis cilik lemah tak berdaya yang berada di kamar sebelah.

“Okey, kita akan menemui paranormal segera!” kata pemudi itu dengan percaya diri.

“Tok.. Tokk.. Tok..” tak lama setelah itu terdengar suara ketukan pintu yang tak begitu keras. Pemudi itu pun langsung membukakan pintu

“Maaf mengganggu anda. Kurasa anda sedang membutuhkan bantuan saya” terlihat seorang pria paruh baya dari balik pintu yang ia buka.

“Hah?!”pemudi itu terlihat sangat bingung. Pemudi itu menatap heran kepaa kakek tua itu. Bagaimana tidak?! Kakek itu memakai baju tradisional korea (hanbok)

“Maaf tuan, anda ini siapa?” tanya pemudi itu.

“Datanglah ke kuil yang berada di lereng gunung saat bulan purnama. Aku akan mengobati anakmu” pemudi itu dibuatnya kebingungan dan bertanya-tanya. Ia menoleh ke arah suaminya yang berada dibelakangnya dan kembali menoleh kearah kakek tadi.

“loh?!” pemudi kaget saat ia melihat bahwa kakek itu sudah menghilang padahal baru saja ia meninggalkan pandangan dari kakek itu beberapa detik saja. Ia memegang tekuk lehernya, merasakan di nalarnya ada yang aneh.

“Ada apa?” tanya suaminya

“ah? Gwenchanayo. Kurasa aku sudah mulai gila” kata pemudi itu lalu menutup pintunya.

Dua hari telah berlalu pergi. Kini, tepat saatnya bulan purnama memancarkan sinarnya ke permukaan bumi. Jung SeoJun dan istrinya sedang dalam perjalanan menuju ke kuil yang berada di lereng gunung dan membawa buah hatinya yang lemah tak sadarkan diri itu.

“Kau yakin ini jalannya? Disini gelap sekali”

“Diamlah, kau mau ku turunkan di tengah hutan ini karena kau banyak omong?!”

“Mianhae, hey lihat itu! Ada sebuah bangunan disitu!” pemudi itu menunjuk ke arah sebuah bangunan tua. Sangat tua dan gelap, dengan pintu gerbang yang sangat tinggi.

Pemuda dan pemudi itu turun dari mobil dan mengetuk pintu gerbangnya. Dan tak lama setelah itu pintunya terbuka sedikit.

“Chagiya, Pintunya terbuka sendiri, aku takut” bisik pemudi itu

“Pintu itu bukan terbuka sendiri, lihat itu” Pemuda itu menunjuk ke seorang gadis cilik berambut pirang berpakaian hanbok dihadapannya.

“Adik kecil, adakah kakek mu disini?” tanya pemuda itu

“kata kakek masuk saja” gadis itu langsung berlari masuk ke dalam bangunan kuil disana
Seo Jun dan istrinya pun memasukan mobilnya kedalam area kuil. Tiba tiba tanpa suara apa pun pintu 
gerbangnya tertutup.

“Hohoho.... akhirnya kalian datang juga, cepat bawa anakmu dan ikuti aku” kakek itu tiba tiba muncul. Dan segera mematuhi perintah kakek itu. Kakek itu pergi ke sebuah tempat yang berada di belakang kuil. Disana, ditepi jurang gadis yang lemah itu digeletakkan diatas meja.

“Kakek, dia kenapa? Kenapa dia lemah seperti itu?” tanya gadis manis itu.

“Sudahlah kamu diam, kamu bawa orang orang ini kedalam dan tinggalkan kakek disini” kakek itu mengelus kepalanya dengan lembut. Gadis itu pun masuk dan diikuti oleh pemuda & pemudi tersebut. 

Ketiga orang itu pun memasuki bangunan kuil itu. Gadis cilik itu sedang bermain dengan beberapa potongan-potongan kayu bersama istri SeoJun yang sedaritadi melihatnya. Dan Seojun sedang membaca koranyang tergeletak di atas sofa tua.

“Namamu siapa manis?” tanya pemudi yang melihat gadis berambut pirang itu.

“Joneun Demia Kim imnida” Pemudi itu tersenyum

“kau akan apakan ini semua?” tanya istrinya Seojun itu dengan penuh senyuman.

“Aku akan membentuknya. Apa kau tidak tahu permainan ini?” gadis itu menatap sinis istri SeoJun itu.

“Apa di kota tidak ada permainan seperti ini? Shin.. hye.. na..ssi?” tanya gadis berambut pirang itu seperti mengeja bacaan. Istri SeoJun yang bernama asli Shin Hye Na itu dibuat terkejut olehnya

“Darimana kau tahu namaku?”

“Itu tertulis jelas diatas kepalamu”

“Ah? Benar kah?” ia menatap ke atas kepalanya. “Bagaimana dengan pria yang sedang duduk disana?”

“Bukannya dia suami mu?”

“iya kau benar, maksudku siapa nama dia?”

“Bukankah kau sudah mengenalnya terlebih dahulu?” Hyena memutar kedua matanya

“Hmmm... okey kau benar. Lalu, ada tulisan apa saja yang berada diatas kepalaku?”

“Namamu, angka 29 dan tulisan 13 bulan”

“13 bulan? Maksudnya?” Gadis itu pun menaikkan pundaknya. Lalu Gadis itu malah berjalan dan melihat ke 
luar jendela. Hanya gelap dan beberapa dedaunan pohon yang terlihat

“Aawwuuuuuuuuuu~~” beberapa kali gonggongan serigala itu terdengar sangat jelas ditelinga, membuat siapa pun disana merinding. Sungguh menakutkan.

“Ada apa?” tanya Hyena yang menghampiri Demia. Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya, matanya seperti terhipnotis kepada sesuatu. Lebih tepatnya gadis itu seperti tercengang melihat sesuatu.

“Apa kau melihat sebuah cahaya yang sangat terang?” tanya Gadis itu. Hyena pun hanya menggelengkan kepalanya.

“Cahaya itu turun dari langit dan disana ada makhluk yang turun dari cahaya itu..hmm ah ani, Apa kau ingin tidur Hyena Ahjumma?” tanya nya yg mengalihkan pembicaraan

“Aniya, aku masih menunggu nae aegya”

“Boleh kah suatu saat nanti aku bermain dengannya?” Hyena hanya mengangguk cepat.

“Apakah kalian masih menunggu kami?” suara kakek itu tiba tiba terdengar.

“Bagaimana dengan uri aegya?” tanya SeoJun yang bersamaan dengan istrinya. Tak lama pun keluarlah gadis mungil yang lucu imut dan cantik dengan menggunakan gaun putih. Mereka pun langsung berpelukan.

“Kakek, aku mau berteman dengannya. Bolehkah aku berkenalan dengannya?” tanya Demia yang berada di depan kakeknya. Dia langsung menghampiri gadis sepantarannya itu.

“Annyeong! Joneun Demia Kim imnida”

“Joneun Jung HyunKi imnida” Bocah cantik itu menjabat tangan Demia dan tersenyum.

“Kalian semua harus tidur, ini sudah malam, sudah lewat dari tengah malam” kata kakek itu.
.
Keesokkannya
.
“Ting..” dentingan yang dihasilkan hasilkan dari piring di ruang makan.

“Apakah kalian langsung akan pulang ke kota?” tanya Demia dengan lemas

“Nde, Apa kau mau ikut denganku?”

“Ani HyunKi-ah! Aku harus menjaga kakek disini” mereka pun tertawa mendengarnya

“Yak! Memangnya kau bisa apa?” ledek pemuda berusia 32 tahun yang bernama SeoJun itu.

“Ah, aku bisa melakukan ini!” Demia pun seperti terhipnotis dengan sebuah apel, seperti menyuruh apel itu untuk merubah bentuknya. Tak lama terlihat apel itu melayang sedikit demi sedikit.

“Hey, lihat itu!! Aku tidak gila kan??!! Chagi, apa kau melihatnya??” Hyena hanya tercengang melihatnya.

“Hohohoo... Demia kan sudah kakek bilang jangan gunakan kekuatanmu dihadapan orang orang” omelan kakeknya dan demia mengangguk pelan

Sarapan Pagi pun sudah selesai. Jung family pun bersiap siap untuk melakukan perjalanan pulang. Demia juga sedang bermain dengan HyunKi.

“SeoJun-ssi, kemarilah ada yang ingin ku omongin” kata kakek itu. Mereka berbicara seraya melewati lorong kuil.

“Seojun-ssi kau akan melewati masa masa yang sulit, dimana putrimu akan mengalami hal yang mengejutkan. Tapi itu akan terjadi saat putrimu berusia 18 tahun”

“Geurae?” kakek itu hanya mengangguk.

“Dan satu hal lagi! Kau harus benar benar menjaganya, kumohon!”

“Itu pasti lah harabeoji!”

“Oh Aniya, Ia akan dicari cari oleh beberapa makhluk yang menyamar. Makhluk itu akan membunuhnya dan memakai kekuatan bulan untuk mengusai bumi ini”

“Hahaha... Harabeoji, kau ini sudah cukup tua tapi imajinasi mu masih seperti anak tk ya?” SeoJun malah tertawa meremehkan.

“Terserah kau, mau percaya atau tidak” kakek itu memutarkan ke2 matanya

“Kakek, Aku akan kangen sekali sama kakek” HyunKi berlari kepelukan si kakek.

“Kakek, Kamsahamnida telah menyembuhkan uri aegya. Kami sangat berterimkasih” Hyena dan Seojun pun menunduk hormat kepada sang kakek yang tengah menggendong HyunKi.

“Kakek, nanti aku akan mengajak Eomma dan Appa untuk pergi kemari lagi dan bermain bersama Demia.” HyunKi mencium pipi kakek.

Mereka melambai tangan tanda kepergian.
-o-

“Baginda, sepertinya pencarian kita menengenai cahaya bulan sudah terpecah kan”

“Hm? Geuraeyo? baguslah”

“Jadi kapan lagi kita akan pergi ke bumi untuk mencarinya, ku dengar kemarin ada gadis cilik titisan dari sang dewi Bulan”

“Mwo? Jadi bulan yang akan dihancurkan itu sudah mempunyai titisan? Bodoh! Percuma saja kau menghancurkan sinar bulan dan rembulannya jika masih ada manusia dari titisan dewi bulan!!! Walaupun kau menghancurkannya rembulan akan bisa memancar setengah sinarnya!!! Dasar Bodoh!! Kalian Sangat bodoh!! kalau masih ada cahaya rembulan kita tidak bisa menaklukan manusia dimalam hari!!!”

“Appa, ada apa ini?” sang pangeran tampan itu pun datang

“Ah, Gwenchanayo. Sepertinya rencana kita menaklukan manusia diundur lagi”

“Appa, kan sudah ku bilang. Tidak usahlah kita menguasai bumi. Tidak ada gunanya!!”

“Diam kamu! Appa sangat menyanyangimu tapi kenapa kamu selalu tidak setuju dengan rencana Appa?”

“Appa itu memang iblis sejati ya?!” cetusnya dengan nada kesal. sang pangeran pun keluar dari ruangan itu.

To be Continue


>>Preview Part1<<

“Aku mempunyai jam tangan dan stopwatch yang bisa merubah waktu, aku bisa menghentikan waktu dengan semauku. Aku bisa kembali ke masa lalu tetapi aku tidak bisa pergi ke masa depan, kenapa?”

1 komentar:

Pribadi mengatakan...

Waowww.. masih berlanjut ternyata... aku oke aku tunggu... :D