widgeo.net

Jumat, 11 April 2014

MIDNIGHT GIRLS FANFICTION ‘SPECIAL EDITION’

Don’t be Sad I Will Back Soon ‘Kim Kyu Jong’s Birthday’

Cast:           Nam Rin Yoong
Lee Eun Hae
                   Cho Min Hwa
                   Park Min Rin
Others:       SS501 Members
Genre: Romance, Friendship, Musical
Length: ONESHOOT
Author: Nia Ariyanti Wibowo




Saengil chukkae hamnida~~~
Saengil chukkae hamnida~~~
Saranghaneun Kyu Jong oppa~~~
Saengil chukkae hamnida~~~

Seorang gadis berparas oriental percampuran khas Asia Tenggara bermata bulat berwarna coklat indah sedang bernyanyi hampa di sebuah taman di pinggiran kota Seoul, Korea Selatan. Gadis itu hanya duduk termenung menatap kosong hamparan rerumputan yang melambai tertiup angin. Entah apa yang sedang dipikirkan gadis itu, sudah hampir 1 jam dia hanya termenung dan menyanyikan lagu yang sama berulang-ulang.

Saengil chukkae hamnida~~~
Saengil chukkae hamnida~~~
Saranghaneun Kyu Jong oppa~~~
Saengil chukkae hamnida~~~

“Nam Rin Yoong!!!”
Tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil namanya. Gadis itu menoleh melihat kepada si empunya suara.

“Eun Hae-ya??” tanya gadis yang bernama Nam Rin Yoong itu. “Apa yang kau lakukan di sini, Hae-ya??”
Lee Eun Hae dan Nam Rin Yoong adalah dua gadis cantik yang bersahabat baik. Mereka tergabung dalam suatu grup gadis-gadis populer yang bernama Midnight Girls. Midnight Girls memiliki 4 member yaitu Lee Eun Hae sebagai Leader cantik dan lembut, Nam Rin Yoong gadis bermata bulat yang pendiam dan dingin, Cho Min Hwa gadis manis dan mempesona yang ceria dan Park Min Rin seorang maknae manja yang lucu menggemaskan. Para member Midnight Girls tinggal dalam satu  apartemen di kawasan elite Gangnam Seoul. Dan suatu rahasia besar adalah bahwa Midnight Girls merupakan kekasih dari Hallyu Star SS501.

“Aigooo~~ kau ini!!” Eun Hae gadis berparas cantik dan manis itu menjitak keras kepala Rin Yoong dengan kesal. “Harusnya aku yang bertanya seperti itu!! Apa saja yang kau lakukan sendirian di taman ini? Meninggalkan aku begitu saja dan duduk termenung sia-sia.”

Duukk!!!

“Appooo~~” Rin Yoong mengusap bagian kepalanya yang sakit akibat jitakan dari sahabatnya Eun Hae sambil memanyunkan bibirnya. “Tidak bisakah kau tidak menjitak orang saat sedang kesal? Kepalaku sakit sekali.”

“Salahmu sendiri, Yoongie!! Kau meninggalkan aku dan menghilang tiba-tiba hanya untuk termenung di tempat sunyi seperti ini. Bagaimana aku tidak kesal!” omel Eun Hae

“Jeongmal mianhae Hae-ya!! Hanya saja aku sedang tidak semangat untuk berbelanja, kau bisa meneruskan kegiatan belanjamu dan aku akan menunggumu di sini sampai kau selesai.” Ucap Rin Yoong lirih.

“Aish kau ini Yoongie!! Seenaknya saja berbicara seperti itu. Lalu apa gunanya aku mengajakmu belanja kalau hanya aku sendiri yang berkeliling mall.” Gerutu Eun Hae kesal. “Lagi pula aku mengajakmu berbelanja agar kau bisa sedikit ceria tidak ada murung seperti sekarang ini.”

“Nde aku tahu! Hanya saja aku benar-benar sedang tidak bersemangat, Hae-ya. Mianhae!”

SIGH~~~~

Eun Hae menghela napas lelah sembari menatap sahabatnya itu dengan jengkel. Hari ini Rin Yoong sukses membuat suasana hatinya kesal. Semua moodnya untuk berbelanja hilang sudah.

“Ya sudahlah. Toh percuma sekalipun aku memaksamu semuanya tidak akan lagi berjalan sesuai rencana. Sudahlah kita pergi saja ke tempat lain mencari suasana baru yang lebih menyenangkan.” Ucap Eun Hae.
“Kita mau ke mana memang?” tanya Rin Yoong heran. “Aku ingin pulang, Hae-ya!”
“Pulang??” Eun Hae melebarkan matanya menatap Rin Yoong. “Ini masih sore, Yoongie! Kau sudah minta pulang? Keterlaluan!”
“Min Hwa dan Min Rin mungkin juga sudah pulang. Ayolah lebih baik kita pulang. Besok lagi saja kita jalan-jalannya.”
“TIDAK MAU!!!!”
“Taksi!!!” Rin Yoong segera memanggil taksi tanpa mempedulikan protes dari Eun Hae. “Ayo cepat Eun Hae taksinya sudah datang.”

Rin Yoong segera masuk ke dalam taksi diikuti Eun Hae dengan malas. Sebenarnya Eun Hae sangat ingin pergi ke pantai untuk melihat sunset. Bukankah lebih menyenangkan menghabiskan sore hari di pantai sambil melihat tenggelamnya matahari di ujung barat bumi daripada mengurung diri di dalam rumah. Tapi ada daya kalau orang yang pergi bersamanya tidak tertarik sedikitpun untuk menemaninya.

*****

Pukul 19.30 KST

“Ada apa dengan Yoong eonni?” tanya Min Rin malam itu ketika Midnight Girls tengah makan malam. “Sudah beberapa hari ini dia tidak pernah ikut makan malam bersama kita.”
“Mollayo!” jawab Eun Hae singkat sambil terus menghabiskan makanannya.
“Kalian tidak sedang bertengkar kan, Eonni?” tanya Min Hwa menatap heran sikap Eun Hae yang dingin.
“Anniyo!”
“Lalu mengapa jawabanmu singkat seperti itu, Hae eonni?” desak Min Rin penuh keingin tahuan. Matanya menatap lebar Eun Hae yang masih anteng menikmati makan malamnya.

“Kenapa kalian berdua menatapku seperti itu Cho Min Hwa, Park Min Rin?” Eun Hae mendengus kesal menatap kedua sahabatnya yang sudah dia anggap yeodongsaengnya sendiri. “Sudah aku bilang bukan kalau aku dan Yoongie tidak sedang bertengkar.”

“Kalau tidak sedang bertengkar mengapa Yoong eonni murung seperti itu?” gumam Min Hwa lirih menoleh ke pintu kamar Rin Yoong. “Aku khawatir terjadi sesuatu pada Yoong eonni tapi dia tidak menceritakannya pada kita.”

“Yoong eonni memang sedikit membingungkan, Hwa Eonni. Saat bahagia dia bercerita banyak pada kita tapi bila sedang seperti ini sepatah katapun tak diucapkannya.” Sahut Min Rin yang ikutan menoleh ke pintu kamar Rin Yoong.

“Aku sendiri juga terkadang tidak mengerti dengan sikap Yoongie. Dia tidak banyak bicara untuk hal-hal pribadi dalam hidupnya.” Keluh Eun Hae lirih.

Eun Hae berdiri dari kursinya dan meninggalkan meja makan. Eun Hae merasa khawatir Rin Yoong sakit karena selalu melewatkan makan malam. Dia berjalan mendekati kamar Rin Yoong. Sepi. Sunyi. Apakah Yoongie sudah tidur? Pikir Eun Hae dalam hatinya. Ia ingin sekali mengetuk pintu itu, memanggil Rin Yoong dan berbicara dengan intens namun tidak akan semudah itu membuat Rin Yoong mau berbicara mengenai keadaannya.

“Yoongiee!!” panggil Eun Hae lembut sembari mengetuk pelan pintu kamar Rin Yoong. Namun tidak ada jawaban sedikit pun. Bahkan Rin Yoong pun tak membuka pintu kamarnya.

Tangan Eun Hae menggenggam pegangan pintu kamar Rin Yoong. Tidak dikunci!! Mungkinkah Yoongie sudah tidur?? Gumam Eun Hae dalam hatinya. Eun Hae segera membuka pintu tanpa mengetuknya dengan perlahan. Dia ingin tahu apa yang dilakukan Rin Yoong. Gelap! Sepi! Terlalu sepi untuk sebuah kamar yang ditempati seorang gadis.

“Yoongiee!! Kau sudah tidur Yoongie??” panggil Eun Hae lagi. “Aku ingin mengajakmu makan malam bersama, sudah beberapa hari ini kita tidak makan malam bersama lagi dengan Min Hwa dan Min Rin. Akan lebih menyenangkan bila kita bisa menikmati makan malam bersama, bukan?”
Sepi! Tidak ada jawaban sedikitpun! Entah Rin Yoong tidak mendengar pertanyaan Eun Hae, entah dia mendengar tetapi memang enggan menjawab pertanyaan itu.

“Hae eonni, Yoong eonni ada, kan?” tanya Min Rin dengan polosnya.

Pertanyaan Min Rin sedikit banyak mengejutkan Eun Hae yang terus fokus melongak ke dalam kamar Rin Yoong. Min Hwa pun dengan tiba-tiba berdiri di samping Eun Hae, dan kembali sukses membuat Eun Hae kaget setengah mati.

“Aigoo~~ kalian ini senang sekali melihat aku senam jantung, ya?” dumal Eun Hae jengkel. “Tiba-tiba berada di belakangku. Bisa-bisa aku kena serangan jantung ini.”
“Habisnya eonni dari tadi berdiri saja dan tidak masuk ke dalam jadi kami ikuti.” Balas Min Rin polos.
“Percuma eonni sepertinya kamar ini kosong! Yoong eonni sepertinya tidak ada di kamarnya.” Ujar Min Hwa. “Rin-ya, nyalakan lampunya!” perintah Min Hwa tegas.

“Apa yang kalian lakukan di kamarku?” tanya seseorang yang ternyata adalah Rin Yoong mengejutkan ketiganya.

Entah dari mana Rin Yoong muncul tiba-tiba saja dia datang dan mengejutkan ketiga temannya yang berdiri di depan kamarnya. Ekspresi wajahnya terlihat datar seperti biasa. Namun sinar murung tidak dapat ia sembunyikan dari matanya.

“Yoong eonni!!!” sahut Min Rin terkejut.

“Kami mengkhawatirkan dirimu, Eonni.” Ujar Min Hwa jujur. “Karena itu kami masuk ke kamarmu untuk melihat kondisimu.”

“Aku baik-baik saja! Kalian tidak perlu terlalu mengkhawatirkan aku.”
“Ani~~! Kita tetap harus bicara Yoongie!” perintah Eun Hae tegas.
“Mwoya?” Rin Yoong membelalakkan mata bulatnya. Sepertinya dia tidak akan bisa menghindar dari ketiga temannya itu. Tapi dia enggan untuk membicarakan hal apapun sekarang ini.
“Ada apa denganmu? Sudah seminggu ini kau terlihat murung, tak bersemangat. Waeyo?” tanya Eun Hae lembut.
“Ohhh karena itu! Gwenchanayo aku baik-baik saja.” Jawab Rin Yoong pelan. “Hanya saja aku….. aku merindukan Kyu Jong oppa, Hae-ya.”
“Kyu Jong oppa??” sahut Min Hwa heran. “Memang ada apa dengan Kyu Jong oppa? Apa dia sakit.”
“Bukan!!! Minggu depan adalah hari ulang tahun Kyu Jong oppa, dan aku sangat ingin melewati hari spesial itu bersama dia, tapi itu tidak akan mungkin. Mengingat dia yang masih berada di camp militer.” jelas Rin Yoong sendu. Mata indahnya berkaca-kaca menandakan suasana hatinya yang bersedih.

“Eonni-ya!!” rajuk Min Rin memeluk manja Rin Yoong. “Aku tahu eonni pasti sangat merasa kesepian. Kyu Jong oppa berada jauh di sana dan seminggu lagi hari spesialnya. Jangan sedih eonni kami selalu ada untuk eonni.”

“Nde, dongsaeng-a!! Eonni sangat bahagia memiliki teman-teman seperti kalian semua. Senang, sedih, suka dan duka kalian selalu ada untuk eonni.” Kata Rin Yoong lembut membalas pelukan Min Rin yeodongsaeng yang usianya paling muda di antara member Midnight Girls.

“Min Rin benar, Yoongie, kau tidak sendirian selalu ada aku, Min Hwa dan Min Rin yang menemanimu. Jadi bila kau bersedih kau jangan sungkan-sungkan bercerita pada kami semua.” Nasihat Eun Hae. Gadis cantik ini tersenyum lembut lalu memeluk Rin Yoong.

“Aku tidak dipeluk!!!” rajuk Min Hwa melihat ketiga temannya berpelukan sedang dia tidak. “Aku gadis cantik, manis dan lucu di seluruh Korea terabaikan oleh kalian. Aigooo~~”

Rin Yoong tertawa geli melihat raut wajah Min Hwa yang kesal. Dia tahu gadis satu ini harus mendapat perhatian paling lebih di antara semuanya. Meski terkadang sikapnya masih lebih kekanakan dari pada Min Rin, namun Min Hwa gadis yang selalu ceria walaupun dia sedang sakit. Sikapnya yang seperti itulah yang membuat Rin Yoong sangat menyayangi Min Hwa, meski kadang pula dia kesal bila Min Hwa tidak mendengarkan nasihatnya.

“Kemarilah, Hwa-ya eonni akan memelukmu.” Tawar Rin Yoong lembut.
“Tidak mau ahh!! Nanti rambutku yang sudah rapi jadi berantakan dan membuatku terlihat jelek.” Tolak Min Hwa.
“Aigoooo!! Anak ini benar-benar sangat menyebalkan!!” cibir Rin Yoong kesal. Dia menjitak keras kepala Min Hwa sampai gadis manis itu berteriak kesakitan.
“Appooooooooooo!!” teriak Min Hwa. Bibirnya manyun dan ekspresi wajahnya terlihat sebal.

*****

February 19, 2014
Pukul 08.00 KST

“Morning Yoongie!!” sapa Eun Hae ceria pagi itu ketika pagi itu dia menemukan Rin Yoong sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk semua member. Eun Hae sepertinya melewati malam dengan tidur yang lelap hingga pagi ini dia terlihat fresh.

“Morning Eun Hae-ya!!” balas Rin Yoong datar seperti biasa. Gadis ini masih saja bergulat dengan roti dan sayuran segar hingga tak terlalu memperhatikan kedatangan Eun Hae.
“Eung,, sarapan kita pagi ini apa, eoh??” tanya Eun Hae duduk manis di kursi meja makan.
“Sandwitch sayuran dengan susu.” Jawab Rin Yoong singkat. “Yaakk Hae-ya jangan hanya duduk saja tapi bangunkan Min Hwa dan Min Rin segera.”
“Tidak Mau!!” tolak Eun Hae. “Eung,, Yoongie apakah kau sudah punya rencana untuk ulang tahun Kyu Jong oppa?” tanyanya kemudian.
Rin Yoong terdiam sejenak menoleh kepada Eun Hae. “Belum.” Jawabnya singkat kemudian menyibukkan dirinya menyiapkan sarapan.
“Mwoya?? Aigoo hanya tinggal beberapa hari lagi ulang tahun Kyu Jong oppa dan kau belum mempersiapkan apapun?” omel Eun Hae.
Sudah segera bangunkan Min Hwa dan Min Rin sekarang! Sarapan sudah siap.” Perintah Rin Yoong datar. Dia tidak sepatah kata pun menjawab pertanyaan Eun Hae yang cemberut kesal di hadapannya.
“Aish kau ini! Selalu mengubah topik pembicaraan sesukamu. Baiklah tapi nanti kita harus berdiskusi okkay!”

Eun Hae bangkit dan meninggalkan dapur untuk membangunkan Min Hwa dan Min Rin, sedangkan Rin Yoong hanya tersenyum tipis melihat punggung Eun Hae yang berlalu menjauh.

*****

February 20, 2014
Pukul 11.30 KST

“Huh!! Apa yang bisa kita lakukan yah untuk ulang tahun Kyu Jong oppa?” gumam Min Hwa lelah. Dia tetap belum mendapatkan ide untuk merayakan ulang tahun Kyu Jong oppa. Tangannya memutar-mutar ponselnya perlahan.
“Masalahnya Kyu oppa tidak berada di Seoul jadi sulit untuk kita membuat perayaan ulang tahunnya.” Ujar Min Rin polos.
“Aish, aku juga tahu kalau Kyu oppa sedang wajib militer. Justru karena itu aku tidak mendapat ide untuk ulang tahunnya. Tahun lalu saja hanya Rin Yoong eonni yang pergi ke Jeonju untuk menemui Kyu Jong oppa di hari ulang tahunnya. Dan….” Dumal Min Hwa.
“Dan itu pun hampir terpotret oleh fans Kyu oppa yang selalu mengikuti Kyu oppa ke manapun dia pergi.” Potong Eun Hae.

Lee Eun Hae, Cho Min Hwa dan Park Min Rin tengah berkumpul di sebuah caffe mewah sambil menunggu kedatangan Rin Yoong yang masih berada di klinik kerjanya. Mereka berempat berencana makan malam di luar dan berdiskusi untuk merayakan ulang tahun Kim Kyu Jong, kekasih Rin Yoong.
“Aku takkan membiarkan Rin Yoong pergi lagi ke Jeonju.” Celetuk Eun Hae tiba-tiba. “Kalau ada orang yang tahu bahwa Rin Yoong adalah kekasih Kyu Jong oppa, bisa muncul masalah besar pasti.”
“Lalu apa yang akan dilakukan Yoong eonni?? Pasti bila dia tetap buntu menemukan kejutan yang tepat, dia akan nekad pergi ke Jeonju seperti tahun lalu.” Ujar Min Hwa.
“Hmmm, itu tidak….”

Drrrrrrttt
Drrrrrrttt
Drrrrrrttt

Ponsel Min Rin tiba-tiba saja berbunyi. Dia melihat siapa yang meneleponnya dan sesaat kemudian dia tersenyum senang.

“Yeobosseo Jung Min oppa!” serunya gembira menerima telepon dari kekasihnya Park Jung Min.
“Rin-ya kau sedang di mana?” Jung Min bertanya dari seberang telepon.
“Eung,, aku sedang bersama Eun Hae eonni dan Min Hwa eonni di caffe tempat kami sering berkumpul, Oppa. Waeyo??”
“Aigoo,, padahal aku ingin mengajakmu makan malam dan membicarakan sesuatu yang penting.”
“Mwoya??” Min Rin mengangkat alisnya. Dia penasaran hal apa yang ingin dibicarakan kekasihnya itu.
“Hmm,, baiklah aku akan menemui di sana. Satu jam lagi aku sampai bersama Hyung Jun.” ujar Jung Min. “Okkey, sampai bertemu chagiya.”
“Jung Min oppa!! Yeobosseo!!” Min Rin mencoba memanggil Jung Min, namun Jung Min sudah memutuskan sambungan teleponnya tanpa memberi penjelasan pada Min Rin.
“What happened?” Min Hwa melirik Min Rin dengan penuh tanda tanya. Tidak biasanya Jung Min dan Min Rin singkat sekali berbicara.
“Anniyo Eonni!!” Min Rin tersenyum tipis. “Hanya saja tadi Jung Min oppa mencariku tapi aku tidak ada, karena itu dia meneleponku. Katanya ada hal penting yang ingin dia bicarakan denganku.”
“Hal penting apa?” dengan cepat Eun Hae memotong kata-kata Min Rin sebelum dia selesai menjelaskan.
“Mollayo.”

*****

February 21, 2014
Pukul 15.30 KST



Cho Min Hwa baru saja sampai di depan sebuah restoran keluarganya. Dia mengeluarkan banyak barang dekorasi cantik dan unik dari dalam bagasi mobil mewahnya. Lampu-lampu hias warna-warni berbentuk bintang, rangkaian bunga mawar berbagai warna, pita lembut dan balon berbagai warna. Satu persatu barang-barang itu dia masukkan ke dalam restaurantnya, hingga dia tidak menyadari kedatangan seseorang.

“Annyeong haseyo, Min Hwa-ssi.” Sapa sebuah suara lembut yang sangat khas dari belakang Min Hwa. “Kau terlihat sangat sibuk.”
“Annyeong!!” Min Hwa hanya membalas singkat tanpa menoleh, namun beberapa saat kemudian dia berteriak riang. “Kyaaaa~~~ Hyun Joong oppaaaaaaaa!!”
Min Hwa menurunkan barang-barangnya begitu saja dan berlari kecil mendekat ke arah seorang pria tampan bernama Kim Hyun Joong.

“Hahahaha kau ini masih seperti anak kecil, Hwa-ya.” Hyun Joong tertawa lucu melihat tingkah adik sepupu kesayangannya ini.

“Huft,, itu salah oppa!! Kenapa oppa tidak memberi tahuku dulu kalau mau berkunjung.” Min Hwa merajuk manja pada oppanya itu. “Yang aku tahu bukan, kah Oppa sedang sibuk syuting mengapa tiba-tiba ada di sini?”

“Hmm,, aku menerima pesan dari Hyung Jun katanya kau sedang sangat sibuk, karena itu aku datang ke sini melihat keadaanmu.” Jawab Hyun Joong panjang lebar. Dia melirik ke arah belakang Min Hwa dan matanya melebar melihat berbagai macam barang dekorasi pesta.

“Apa kau akan mengadakan pesta?” tanyanya heran sembari mendekat ke mobil Min Hwa. “Banyak sekali barang yang kau beli.”
“Yaa, Hyun oppa jangan bilang kau lupa dengaan hari spesial di bulan ini.” Sahut Min Hwa.
“Hari spesial?” Hyun Joong menaikkan alis tebalnya. “Bukankah hari valentine sudah lewat? Dan White Day masih 2 minggu lagi. Lalu hari spesial apa yang kau maksud, Hwa-ya?”

“Oppaaaaaaaaaaaaa!!” Min Hwa meninggikan suaranya jengkel. Dia benar-benar kesal dengan kebiasaan kakak sepupunya itu yang mudah lupa. “Dua hari lagi tanggal 24 Februari, Oppa! Itu hari ulang tahun Kyu Jong oppa.”

“Ohh hahahaha jadi semua barang-barang ini untuk merayakan ulang tahun Kyu Jong.” Hyun Joong menganggukkan kepala tanda dirinya mengerti. “Memang Kyu dapat keluar dari Camp militer dan datang ke Seoul untuk merayakan ulang tahunnya?”

“Tentu saja tidak, Oppa! Namun meski dia tidak hadir kami sepakat untuk tetap merayakan ulang tahunnya.” Min Hwa kembali mengangkat barang-barang itu dan berjalan masuk ke restaurannya diikuti Hyun Joong yang juga membawakan barangnya.

“Ide ini datang dari Jung Min oppa. Dia bilang meski Kyu Jong oppa tidak hadir kita tetap dapat merayakan ulang tahunnya, dan menelepon Kyu oppa. Lagi pula mungkin pesta kecil ini dapat sedikit menghibur Rin Yoong eonni.”

“Memang ada apa dengan Yoongie??” tiba-tiba saja Hyun Joong terpaku mendengar kata-kata Min Hwa tentang Rin Yoong.
“Rin Yoong eonni akhir-akhir ini sering murung. Mungkin karena bulan ini adalah bulan istimewa Kyu oppa dan dia berpisah jauh dari Kyu oppa yang membuatnya murung.”
“Yoongie masih berhubungan dengan Kyu Jong rupanya.” Terdengar nada suara Hyun Joong berubah.
“Ne! Waeyo??”
“Anniyo!!”
“Oppa, kau dapat hadirkan di pesta lusa malam?? Kami memulai pesta pukul 22.00 dan akan menelepon Kyu oppa tepat pukul 00.00 malam.”
“Tentu! Aku juga sudah lama tidak berkumpul dengan kalian. Siapa saja yang hadir?”
“Hanya aku dan Midnight Girls member, Jung Min oppa dan Hyung Jun oppa. Young Saeng oppa tidak dapat hadir karena menjalani wajib militer.”

“Baiklah lusa aku usahakan mengosongkan agendaku dan menghadiri pesta kecilmu.” Janji Hyun Joong mengusap lembut kepala Min Hwa. “Hmm,, baiklah Oppa harus pergi, Hwa-ya, kau maaf Oppa tidak bisa membantumu mendekorasi restauran ini.”

“Gwenchana Oppa.”
Hyun Joong berjalan keluar restaurant menuju mobilnya. Sebelum tangap gas dia melambaikan tangan pada Min Hwa yang mengantarnya.

*****

February 23, 2014
Pukul 22.00 KST

Di malam yang indah itu semua telah berkumpul. Park Jung Min datang bersama kekasihnya Park Min Rin. Cho Min Hwa datang bersama kakak sepupunya Kim Hyun Joong dan Kim Hyung Jun datang bersama adiknya Kim Ki Bum. Namun justru seseorang yang sebenarnya yang berulang tahun tidak dapat hadir di tengah-tengah mereka. Kim Kyu Jong yang tengah menjalani kewajiban militernya memang tidak dapat seenaknya Meninggalkan camp militernya terutama pada hari kerja.

“Langit tampak sangat indah.” Gumam Rin Yoong pelan setelah dia keluar dari mobil Eun Hae. Kepalanya menengadah menatap jutaan bintang di langit malam. Suasana malam ini sungguh mendukung pesta kecil mereka. Tak terlihat sekecilpun awan hitam yang membawa ribuan tetes air hujan.

“Bintang seperti ikut bergembira menyambut hari spesial untuk seseorang yang begitu spesial.” Ucap Eun Hae tersenyum manis pada Rin Yoong. Dia mencoba menghibur Rin Yoong di malam special ini.

“Dan sepertinya dia juga dapat merasakan betapa membahagiakannya pesta malam ini.” Balas Rin Yoong tersenyum ceria. Memang malam ini hatinya sedang bahagia. Tentu saja di hari ulang tahun kekasih tercintanya tidak mungkin dia menangis meski yang berulang tahun tidak ada di sisinya.

“Tentu saja. Semua pasti berbahagia di malam ini. Sudah ayo kita masuk pesta sudah di mulai.” Ajak Eun Hae menarik tangan Rin Yoong.
*****
“Sudah pukul berapa ini? Sebentar lagi hampir tengah malam apa kau sudah berhasil menelepon Kyu Jong hyung, Jung Min-ah?” tanya Hyung Jun berdiri di belakang Jung Min yang sedang sibuk menelepon seseorang.
“Aigooo!! Kyu sama sekali tak mengangkat teleponnya.”
“Lalu bagainmana? Kejutan kita untuk semuanya akan gagal.”
“Sebentar aku coba lagi.”

Drrrrrtttt
Drrrrrtttt
Drrrrrtttt

Hening,, hening,, tak ada paggilan dari seberang telpon. Sepertinya Kyu Jong tidak membawa ponselnya atau bahkan mungkin dia sudah tidur hingga tak menerima telepon dari Jung Min.\
“Sudah berkali-kali aku mencoba tapi hasilnya tetap nihil.” Keluh Jung Min kecewa, “Mungkin Kyu sudah tidur atau memang dia tidak membawa ponselnya.”
“Lalu sekarang bagaimana? Semua orang pasti akan kecewa.”
“Mollayo.”

Dalam kebingungan yang tak menentu, tiba-tiba saja Rin Yoong berteriak cukup keras. Dan membuat semua orang yang berada di pesta itu terkejut.

“Kyaaaaaaaa!!!” jerit Rin Yoong tak jelas.

Saengil chukkae hamnida~~~
Saengil chukkae hamnida~~~
Saranghaneun Kyu Jong oppa~~~
Saengil chukkae hamnida~~~

Sebuah suara merdu terdengar dari seberang ponsel Rin Yoong. Suara itu bukan suara yang asing baginya, justru suara itu adalah suara yang sangat dikenal dan dirindukannya. Tentu saja! Siapa lagi pemilik suara itu bila bukan Kim Kyu Jong.

“Kyu,, Kyu Jong oppa??” tanya Rin Yoong tak percaya dengan pendengarannya sendiri. “Kau sungguh-sungguh Kim Kyu Jong??”

Suara Rin Yoong bergetar dan terdengar parau. Dia benar-benar terkejut dengan suara dari seberang ponselnya. Tapi apakah mungkin itu suara Kim Kyu Jong?? Tidak pasti itu tidak mungkin.

“Waeyo, Yoongie? Kau tak sudah tak mengenali suaraku lagi?” tanya suara itu kecewa. “Aku Kim Kyu Jong, Yoongie.”

“Benarkah? Benarkah kau Kyu Jong oppa?” Rin Yoong kembali bertanya memastikan pendengarannya tidak menipunya.

“Ne ini aku, Yoongie!!” jawabnya lembut. “Aku memang sengaja meneleponmu malam ini, maemberimu sebuah kejutan indah yang mungkin dapat menghapus sedikit kesedihanmu.”

“Bagaimana mungkin, Oppa? Memang boleh??”

“Ini bukan jam kerja tentu saja boleh.” Kyu Jong berbicara begitu lembut. “Aku sendiri sebenarnya kecewa kau tak meneleponku untuk mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Apakh kau sudah melupakan aku?”

“Kau ini bicara apa, Oppa? Bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu. Aku tidak meneleponmu karena…” Rin Yoong menggantungkan kata-katanya. Air matanya mengalir. Entah ini air mata bahagia atau air mata duka. Yang pasti Rin Yoong sendiri tak mengerti dengan hatinya.

“Kau menangis, Yoongie?? Mianhae bila aku melukai hatimu.” Pinta Kyu Jong tulus. “Aku sungguh tak bermaksud membuatmu bersedih. Aku ingin menghiburmu. Hyun Joong hyung menelponku kemarin dan mengatakan bila kau bersedih karena aku tidak ada di sisimu di malam ulang tahunku, karena itu aku meneleponmu agar kau tak merasa aku jauh darimu. Mianhaeyo membuatmu menangis Yoongie.”

“Anniyo!! Aku tidak menangis!! Aku hanya terkejut kau meneleponku.”
“Benarkah?? Baiklah untuk membuat malam ini semakin membahagiakan apa yang kau inginkan? Oppa akan melakukan apapun yang kau minta.” Tawar Kyu.
“Maukah Oppa menyanyikan sebuah lagu untukku? Satu lagu saja.” Pinta Rin Yoong.
“Baiklah! Untuk kekasih hatiku, aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu.”

Kyu Jong mulai menyanyikan sebuah lagu miliknya untuk Rin Yoong

‘Gyeote isseodo sojung-han sarama
Kakkeumsshing nun-mu-ri heu-lleo
Nae nuneul jeokshindaedo
Yeope isseodo keuri-un sarama
Oneuldo harureul biwo
Keuriwo keuril saram

Han geo-reum jochado mot dwaehdo
Keujeo seuchineun sunkanira hayeodo
Keudaeraneun saramimyeon anira haedo
Tteonal su eom-neun geu han saram

Sarange sarange ibyeo-reul deohanda hayeodo
Majimagi twehl saram
Gaseume saekyeojin saram
Apeu-go tto apado monnae keu saram
Jab-goman shipeun

Rin Yoong kembali meneteskan air mata. Bukan kali ini dia bukan sedang bersedih, tapi dia sedang sangat bahagia. Kekasih yang dia rindukan ternyata mala mini ada bersamanya meski hanya melalui telepon saja. Suatu keajaiban yang sangat membahagiakan. Hmm… ini bukan suatu keajaiban, namun karena seseorang yang berjasalah yang membuat Kyu Jong meneleponnya. Ya, semua ini karena Kim Hyun Joong. Pria tampan itu meski dari penampilannya terlihat tidak peduli tapi dia memiliki hati yang sangat hangat. Rin Yoong harus berterima kasih pada Hyun Joong.

Nae-gen gajang sojung-han saram
Han geo-reum jochado mot dwaehdo
Keujeo seuchineun sunkanira hayeodo
Keudaeraneun saramimyeon anira haedo
Tteonal su eom-neun geu han saram

Sarange sarange ibyeo-reul deohanda hayeodo
Majimagi twehl saram
Gaseume saekyeojil saram
Apeu-go tto apado monnae keu saram
Jab-goman shipeun
Nae-gen gajang sojung-han

Sarange sarange ibyeo-reul deohanda hayeodo
Majimagi twehl saram
Gaseume saekyeojin saram
Apeu-go tto apado monnae keu saram
Jab-goman shipeun saram
Nae-ge kajang sojung-han saram

“Gashamnida Oppa!!” ucap Rin Yoong setelah Kyu Jong selesai menyanyikan lagunya. “Jeongmal mianhaeyo aku membuatmu khawatir.”
“Memang kapan kau tak pernah membuatku mencemaskanmu?” balas Kyu Jong tertawa. “Hobimu memang membuatku selalu mengkhawatirkanmu.”
“Andweee!! Bukan begitu maksudku. Aku hanya merasa kesepian tanpa ada dirimu hanya itu saja.” Rajuk Rin Yoong manja.
“Heyy!! Sejak kapan gadisku ini bersikap manja? Bukankah biasanya seorang Nam Rin Yoong adalah gadis yang dingin dan misterius?”

“Oppa jangan membuatku kesal!!!” seru Rin Yoong meninggikan suaranya.
“Hahahaha,, jeongmal mianhaeyo aku hanya menggodamu, Yoongie!! Tapi ini serius, aku sungguh tidak ingin kau bersedih. Aku ingin kau tersenyum. Beberapa bulan lagi aku akan keluar dari militer, dan aku berharap kau selalu bersabar menungguku kembali. Hanya beberapa bulan lagi aku pasti kembali. Kembali padamu, didekatmu dan akan menemani hari-harimu.” Janji Kyu Jong meyakinkan.

“Tentu. Tentu saja aku akan selalu menanti kembalimu, Oppa. Aku akan bersabar untuk hari indah itu.” Rin Yoong tersenyum manis meskipun Kyu Jong takkan dapat melihat senyumannya namun dia tetap tersenyum.

Malam ini semua merasa bahagia terutama Rin Yoong. Malam yang istimewa di kelilingi sahabat yang yangat istimewa dan khususnya seseorang yang disayanginya berada di dekatnya. Rin Yoong menghapus air matanya karena memnag tidak ada yang harus dia tangisi. Malam ini bukan hanya mereka yang bahagia, langit dan bintang-bintang pun bersemangat melewati semua kebahagiaan ini


-The End-

Tidak ada komentar: